Kapal Tenggelam
Satu ABK Tek Boat Oasis XI Belum Ditemukan
Seorang anak buah kapal (ABK) kapal jenis tek boat Oasis XI atau penarik kapal tongkang, Rachmat susanto (26) warga asal Cilacap tenggelam
Penulis: Alpen_Martinus | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID,AMURANG - Seorang anak buah kapal (ABK) kapal jenis tek boat Oasis XI atau penarik kapal tongkang, Rachmat susanto (26) warga asal Cilacap tenggelam di dekat pelabuhan Amurang, Minggu (13/1) tengah malam, sekitar pukul 24.00 wita, dan belum ditemukan hingga saat ini.
Kejadian berawal saat cuaca buruk dan gelombang yang cukup besar terjadi di seputaran pelabuhan Amurang, Minggu malam. Sehingga membuat Nahkoda kapal berpikir untuk membebaskan ikatan kapal tongkang yang bermuatan batu bara, yang terikat di pelabuhan PLTU, namun sekitar satu kilometer jaraknya, agar talinya tidak putus, dan kapalnya terbalik maka talinya akan dilepaskan, sehingga kapal bisa terombang-ambing bebas, dengan hanya ditahan oleh jangkar.
"Saat itu, cuaca buruk, sehingga nakhoda kapal, merapatkan ke kapal tongkang, yang berada sementara di dekat pelabuhan PLTU Amurang, untuk membuka tali pengikat antara dermaga dan kapal, supaya kapal bisa terombang ambing bebas, dan hanya ditahan jangkar saja," jelas Hopreit Balirangen Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Belang di Amurang, Senin (14/1) menirukan keterangan nahkoda kapal.
Nah saat itulah, awal kejadian naas terjadi, yaitu saat kapal sudah merapat ke kapal tongkang, dan korban naik ke kapal tongkang, dan hendak membuka tali."Saat hendak menuju tempat tali terikat, korban terpeleset, dan jatuh di antara kapal," jelasnya.
Ia menambahkan, saat tercebur ke dalam laut, korban sempat muncul dan meminta pertolongan kepada awak kapal yang lain."Saat diberikan pelampung, korban sudah tidak mucul lagi, padahal sempat disorot dengan lampu sorot kapal, namun tidak kelihatan," jelasnya.
Sempat awak kapal penarik mencari, namun tidak kunjung ditemukan." Tadi pagi, sampai sekitar jam empat sore kamu cari, dibantu dengan Polair, dan nalayan, namun belum membuahkan hasil," katanya.
Ia menjelaskan, karena tak kunjung ditemukan, maka pihaknya, akan meminta bantuan tim SAR untuk melakukan pencarian, sekaligus proses evakuasi." Ya kami mau minta bantuan dari Basarnas untuk bentu mencari," kata dia.
Sementara itu, Nakhoda kapal Irvan Toni, dibawa ke Polsek Amurang, untuk dimintai keterangan mengenai masalah tersebut. Hingga saat ini, korban tenggelam tersebut, belum ditemukan.
Di sekputaran pelabuhan Amurang, saat ini ada dua kapal tongkang berisi batu bara yang hendak di antar ke PLTU, namun karena ombak besar, sehingga dua kapal tersebut tidak bisa sandar, sehingga sementara diikat di pelabuhan PLTU namun jarak jauh, dan ditahan dengan jangkar dan tali, sementara dua kapal penarik sandar di pelabuhan Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Belang di Amurang untuk berteduh sampai ombak reda, dan kapal tongkang bisa sandar dan menurunkan batu bara di PLTU.