Selasa, 9 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kriminalitas

Ini Ironi Kejahatan Seksual Terhadap Anak-anak

Data Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) sungguh mencengangkan.

Tayang:
Editor:
zoom-inlihat foto Ini Ironi Kejahatan Seksual Terhadap Anak-anak
Data Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) sungguh mencengangkan.
TRIBUNMANADO.CO.ID,JAKARTA - Data Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) sungguh mencengangkan. Pelaku kejahatan seksual terhadap anak justru lebih banyak berasal dari lingkungan terdekat. Lingkungan itu bisa berasal dari keluarga, sekolah atau lokasi bermain anak.

"Ironis, dari kasus-kejahatan seksual terhadap anak yang dilaporkan justru pelakunya adalah lingkungan terdekat," ujar Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (13/1/2013).

Menurutnya, lingkungan terdekat tersebut bisa berasal dari keluarga kandung, keluarga tiri, atau pun kerabat. "Bisa orang tua kandung, tiri, abang atau kakak, kerabat dari keluarga, paman, guru regular, guru spiritual, tetangga maupun pedagang keliling," ujar Arist.

Arist mengatakan, faktor kemiskinan merupakan faktor utama terjadinya kekerasan seksual terhadap anak. Orang miskin sering dimanfaatkan dan dieksploitasi orang untuk melakukan kekerasan seksual.

Selain itu, faktor minimnya pengetahuan juga menyebabkan terjadinya kekerasan seksual terhadap anak. Fungsi keluarga sudah tidak lagi menjadi fungsi benteng melawan kekerasan seksual terhadap anak tersebut di lingkungan keluarga.

"Untuk itu diperlukan membangun sistem perlindungan anak di Indonesia sekaligus membangun solidaritas terhadap korban-korban kejahatan seksual," kata Arist.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved