Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Cuaca Buruk

Kapal SAR Hampir Bersinggungan dengan Perahu Nelayan

Proses evakuasi yang dilakukan tim SAR Manado terhadap lima orang warga Filipina yan terombang-ambing diatas rakit di perairan Teluk Amurang

Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Andrew_Pattymahu
zoom-inlihat foto Kapal SAR Hampir Bersinggungan dengan Perahu Nelayan
TRIBUNMANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Tim SAR

Laporan Wartawan Tribun Manado Christian Wayongkere
 
TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG – Proses evakuasi yang dilakukan tim SAR Manado terhadap lima orang warga Filipina yan terombang-ambing diatas rakit di perairan Teluk Amurang, Sabtu (12/1) mendatangkan pengalaman pertama kali bagi wartawan Tribun Manado yang ikut serta melakukan peliputan evakuasi dari atas Rescue Boat (RB) 302.  Hari Jumat (11/1) malam Wartawan Tribun Manado memperoleh informasi mengenai ada warga Filipina yang berprofesi sebagai nelayan tengah terombang-ambing lemah diatas rakit. Informasi tersebut langsung dikorfirmasikan ke pihak SAR Manad melalui Koordinator Rescuer dan kepala peralatan SAR kelas A Manado Mercy Randang, ternyata benar adanya. Namun demikian keingan wartawan Tribun Manado untuk ikut serta melakukan peliputan evakuasi harus menunggu berjam-jam pasca meneri informasi pada pukul 23.00 Wita. Setelah menunggu berjam-jam diperoleh kabar proses evakuasi akan segera dilakukan oleh SAR Manado, membuat wartawan Tribun Manado langsung memacu laju motor menuju dermaga distrik Navigasi Bitung tempat bersandar kapal SAR. Setibanya diatas kapal nampak belasan personil SAR Manado sedang melakukan breafing dengan kepala kantor SAR Manado Herry Sasongko sementara ABK kapal tengah melakukan persiapan menyalakan mesin kapal. Sekitar pukul 04.00 dini hari RB 302 dibawha pimpinan kapten kapal Marnes Yudas bertolak ketitik koordinat dimana rakit berada. Ditengah kegelapan malam kapal berbahan viber glass membelah ombak, sembari menatap kearah kiri dan kanan hanya ada penerangan dari pemukiman warga yang jaraknya cukup jauh dan percikan lampu dari perahu dan kapal tradisional yang digunakan warga untuk menangkap ikan. Sesekali laju kecepatan yang sudah mencapai 16 knot harus dikurangi karena dijalur yang dilalui terdapat perahu dan kapal tradisional penangkap ikan. “Kalau kami pasakan lewat dengan keceatan tinggi akan berdampak tidak baik begi mereka yang sedang mencari ikan dilaut,” kata Ferry personil SAR Manado. Bahkan sesekali seorang petugas SAR lainnya melakukan komunikasi melalui Handy talkie dengan personil SAR yang berada ruang kemudia kapal. “Anjungan kemudi.... anjungan kemudia mesin kanan dan kiri dinaikan satu strip,” ujar personil SAR. Bahkan kapal yang dipergunakan untuk  menuju lokasi evakuasi sempat terhambat akibat ada perahu dan kapal nelayan yang tiba-tiba melintas didepan kapal. “Sialan.... hampir saja, kalau kami tidak melambatkan laju kapal bisa menabrak perahu dan kapal penangkap ikan,” tuturnya. Waktu terus berjalan, wartawan Tribun Manado tak kunjung bisa menutup matanya untuk tidur, hanya sesekali terteguk lalu bangun lagi hingga matahari mulai memancarkan sinarnya diufuk timur menandakan sudah hari Sabtu (12/1), perjalanan terus dilakukan. Tepat pukul 9.45 Wita nampak dari ruang kemudia sebuah rakit yang mengandeng perahu Bolotu terombang-ambing, dimana diatas rakit nampak ada seorang yang melambaikan tangannya kearah kapal. Tim SAR Manado pun langsung menerjunkan 1 unit perahu karet dengan empat orang personil untuk mengangkut nelayan yang akan dipindahkan keatas kapal. Proses evakuasi pun selesai, keceriaan nampak dari wajah personil SAR. Sambil memberikan bekal makanan dan minuman kepada warga Filipina, sejumlah personil beristirahat diatas perahu karet yang sudah dinaikan keatas kapal. Usai melakukan evakuasi kapal pun langsung berbalik arah kembali ke Bitung, disaat itulah wartawan Tribun Manado mulai dibelengguk rasa lapar. Mengingat bakal yang dibawa hanya beberapa botol air mineral dan susu ultra milk. Beruntung ABK dan personil SAR memiliki persedian yang cukup sehingga wartawan Tribun Manado bisa melahap menu makan siang berupa Mie Goreng campung nasi putih didapur kapal. Memasuki perairan Bitung cuaca tak bersahabat dimana sempat terjadi hujan namun kondisi tersebut hanya berlangsung sesaat. Setibanya kapal di Dermaga Navigasi Bitung nampak petugas PMI, Basarnas dan RAPI serta sejumlah mobil ambulance telah bersiap untuk mengangkut warga Filipina ke RSUD Kandou Manado. Salam dan ucapan perpisahan pun tak lupa disampaikan kepada sejumlah ABK dan personil SAR karena sudah mengizinkan wartawan Tribun Manado untuk ikut melakukan peliputan proses evakuasi.(christianwayongkere)
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved