Bunuh Diri

Meidi Tewas Tergantung, Diduga Bunuh Diri karena Masalah Keluarga

Kembali, masyarakat yang bermukim di Kelurahan Madidir Unet dibuat gempar.

Meidi Tewas Tergantung, Diduga Bunuh Diri karena Masalah Keluarga
TRIBUNMANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Korban yang tewas gantung diri.
Laporan wartawan Tribun Manado Christian Wayongkere

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Kembali, masyarakat yang bermukim di Kelurahan Madidir Unet dibuat gempar dengan penemuan sesosok pria yang tewas tergantung di dalam rumahnya, Kamis (10/1/2012). Menurut warga sekitar peristiwa yang diduga sebagai gantung diri tersebut terjadi di lingkungan IV di siang hari saat banyak warga sedang beristirahat. “Saat itu saya sedang berada di rumah sekitar pukul 12.15 Wita tiba-tiba ada seorang tetangga saya berlarian sambil berterik coba lihat ada orang yang gantung diri tepat di samping rumah saya,” kata Fox kepada Tribun Manado.

Diceritakannya pasca-mendengar teriakan warga dirinya bersama dengan warga lainnya bergegas menuju lokasi kejadian yang berada tidak jauh dari rumahnya, dan betapa kagetnya mereka setelah diintip dari bagian belakang rumah nampak ada seorang pria yang telah tergantung kaku. “Korban menggunakan selang plastik untuk menggantung dirinya di dalam kamar,” tambahnya. Saat warga masuk ke dalam ruangan, didapati korban sudah tergantung tak bernyawa. “Korban mempergunakan kaus warna hijau dan celana jeans pendek dengan kondisi mata dan mulut terbuka,” tandasnya. Sementara itu Ros warga lainnya mengatakan korban bernama Meidi, sebelum kejadian sempat cek-cok dengan ayahnya. “Waktu itu sebelum korban datang ke rumah ayah korban sudah berada lebih dahulu, saat korban datang tak berselang lama terdengar mereka adu mulut kemudian ayah korban keluar rumah,” kata Ros.

Lanjutnya bercerita, ayah korban yang keluar rumah untuk meminta pertolongan saudaranya atas sikap yang dialami korban yang terus menerus berteriak dan memarahi ayahnya. “Ayah korban katakan mau minta pertolongan kepada keluarganya yang lain,” ucap Ros menirukan perkatan ayah korban yang bergegas keluar rumah. Sementara itu untuk menenangkan suasana seorang warga masuk kedalam rumah korban dan berusaha menenangkan korban yang terus menerus berontak dan berteriak. “Seorang warga yang masuk kedalam rumah pun tak luput dari amarah korban, yang berteriak mengatakan ‘kenapa ngana ikut campur urusan kami’,” ujarnya.

Seorang warga yang notabenenya merupakan tetangga korban yang masuk kedalam rumah pun langsung keluar karena keinginannya untuk menenangkan korban tidak berhasil, di mana korban terus menerus berteriak. “Beberapa jam kemudian dari dalam rumah korban sudah tidak terdengar suara apa-apa, dan saya berkata kepada tetangga lainnya untuk mengecek apa yang terjadi dengan korban karena awalnya berteriak-teriak tiba-tiba sudah tidak ada suara apa-apa,” tuturnya. Ia mengira kalau korban sedang tidur namun setelah dicek ke dalam rumah korban ternyata sudah tewas gantung diri.

Terpisah Kapolsek Bitung tengah Kompol Alfianto melalui E Sinaga Kasubag Humas Polres Bitung mengatakan korban meninggal karena gantung diri. “Korban bernama Meidi Lolaroh (25) warga Kelurahan Madidir Unet Lingkungan IV Kecamatan Madidir. Untuk penyebab korban gantung diri karena masalah keluarga,” kata Sinaga. Lanjutnya dari hasil visum korban murini gantung diri karena tidak ada tanda-tanda kekerasan ditubuh korban. “Saat ini kami sedang melakukan pemeriksaan terhadap kedua orangtua korban dan saksi,” tandasnya.

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved