Harga BBM Naik
Ini Sebab Harga BBM Belum Dinaikkan
Selain masalah politik, pemerintah ragu menaikkan harga BBM karena indeks kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah masih rendah
Editor:
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA
Mobil mengisi bahan bakar non subsidi di SPBU Jalan Sultan Agung, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (10/12/2012). Membangun kesadaran warga kelas menengah atas untuk menggunakan bahan bakar non subsidi terus dilakukan agar dapat menekan anggaran pengeluaran pemerintah.
TRIBUNMANADO.CO.ID,JAKARTA - Pemerintah hingga saat ini belum berniat untuk menaikkan harga bahan
bakar minyak (BBM) meski anggaran untuk subsidi energi baik BBM maupun
listrik sudah melonjak di atas Rp 200 triliun. Kepala Ekonom Danareksa
Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa berpendapat, ada beberapa sebab
yang membuat pemerintah ragu menaikkan harga BBM.
"Selain masalah politik, pemerintah ragu menaikkan harga BBM karena indeks kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah masih rendah. Jika dinaikkan, ini akan berbahaya," kata Purbaya saat acara "Danareksa Outlook 2013: Its Time For Indonesia" di Ritz Carlton Pacific Place Jakarta, Kamis (10/1/2013).
Menurut Purbaya, sebenarnya Indeks Kepercayaan Masyarakat terhadap pemerintah saat ini memang sudah membaik, tapi masih berada pada level yang rendah. Berdasarkan penelitiannya, angka 90 adalah nilai aman indeks kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Pada November 2012 indeks kepercayaan masih sekitar 82-83.
"Sebenarnya sudah cukup baik, tapi itu masih belum cukup aman untuk bisa menaikkan harga BBM," tambahnya.
Dalam catatannya, indeks kepercayaan konsumen pernah berada di atas 130 persen pada masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri. Di masa pemerintahan SBY-JK indeks kepercayaan masyarakat berada di level 112, 1, 92,9 dan 102. Saat itu pemerintah menaikan harga BBM tiga kali yaitu dua kali di tahun 2005 dan satu kali di tahun 2007.