Gunung Lokon Meletus
Tomohon Diguyur Hujan Pasir
Dampak letusan Gunung Lokon benar-benar mulai dirasakan warga.
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON - Dampak letusan Gunung Lokon benar-benar mulai dirasakan warga Kota Tomohon, Selasa (8/1). Warga tak bisa mengelak ketika hujan abu dan pasir tiba-tiba mengguyur pemukiman mereka, saat gunung meletus pukul 04.09 Wita dan pukul 09.49 Wita.
“Saya kira hujan air karena suaranya sangat deras akibat adanya cuaca ekstrem beberapa hari terakhir. Tapi, setelah keluar rumah dan melihat langsung ternyata sudah abu dan pasir hasil letusan Gunung Lokon yang turun,” tutur Bobby, warga Kakaskasen I, Kecamatan Tomohon Utara.
Ia mengaku sempat terkejut, sebab baru kali ini material berbentuk pasir hasil dari letusan Gunung Lokon turun ke wilayahnya. “Material itu memang sangat mengejutkan dan mengganggu kami, karena menyulitkan kami untuk beraktivitas, apalagi jika di jalan raya, membuat jalanan menjadi lebih licin. Tapi, beruntung hujan (air) turun, hingga abu dan pasir yang mengendap segera bersih,” tegasnya.
Farid Bina, Kepala Pos Pemantau Gunung Lokon mengungkapkan tanda-tanda akan terjadinya letusan memang sudah terlihat sehari sebelumnya, dengan banyak gempa tremor dan vulkanik yang terekam pada alat pencatat gempa. “Letusan terakhir mengeluarkan abu vulkanik dan pasir dengan ketinggian 2.500 meter, sehingga sempat juga menghujani pos pemantau dan sejumlah wilayah di Kota Tomohon. Mungkin sampai juga ke Tondano, karena arah angin bertiup kesana,” tuturnya.
Menurutnya, letusan susulan masih mungkin terjadi, karena gempa tremor dengan amplitudo optimal (47 milimeter) yang mengindikasikan adanya supply energi besar masih terekam. “Tinggal tunggu ada gempa vulkanik saja, pasti Lokon meletus lagi. Jadi, masyarakat diharapkan tetap waspada dan siaga, jangan beraktivitas dalam radius bahaya 2,5 Km karena Lokon masih berstatus siaga,” kata Farid.
Eddy Turang, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kota Tomohon menegaskan pihaknya langsung bergerak cepat untuk mengantisipasi ancaman bencana setelah Lokon meletus. “Penanganan cepat sudah kami lakukan setelah Lokon meletus, yakni dengan membagikan masker sekitar 2.500 kepada warga terutama siswa dan yang rentan usia, untuk menghindari terserang penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA),” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi bahaya, aparat TNI dan Polri juga tetap bersiaga, dengan melakukan pemantauan langsung perkembangan aktivitas gunung. “Sejauh ini kondisi masyarakat tetap kondusif, tapi anggota kami tetap siaga dan terus menenangkan masyarakat agar tak panik,” tukas Danramil Tomohon Kapten Kavaleri Ahmad Nurdin.