Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pariwisata

Sampah Bunaken Bikin Turis Asing Batalkan Diving

Keindahan Taman Nasional Laut Bunaken berbanding terbalik dengan banyaknya sampah.

Penulis: | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado Robertus Rimawan

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Keindahan Taman Nasional Laut Bunaken berbanding terbalik dengan banyaknya sampah plastik di lautnya. Hal tersebut disampaikan oleh Angelique Batuna aktivis lingkungan dan mantan anggota Dewan Pengelola TNL Bunaken, Minggu (6/1/2013) lalu.

Wanita yang juga pemilik sebuah resort di Kabupaten Minahasa Utara ini mengaku setiap tamu asing yang menikmati keindahan bawah laut Bunaken selalu memuji keindahan karang, biota maupun makhluk hidup lainnya, namun setiap turis selalu mengeluhkan sampah. "Setiap memuji karang atau banyak penyu atau hewan laut lainnya, di belakang pasti ada kata tapi. Tapi.....sampahnya berserakan dan bla bla bla," ujarnya.

Bahkan menurut Angelique ada rekannya yang terpaksa merugi, pasalnya ada turis yang menolak atau membatalkan untuk diving setelah melihat sampah Bunaken. "Saya naik pesawat 20 jam untuk menikmati wisata yang indah, tapi kamu mau saya menyelam di laut penuh sampah," ujar Angelique menirukan turis yang membatalkan diving pada temannya. Setelah diskusi akhirnya turis bersedia tetap diving, tapi harus pindah tempat.

Terkait program Save Bunaken yang didengung-dengungkan, Angelique menilai tak efektif. Menurutnya program tersebut hanya menyentuh sisi luarnya yakni hanya sapu pantai, namun kurang menyasar pada hal utama yakni penyadaran. "Sampah ini karena banyak penggunaan sampah plastik. Harusnya penggunaan sampah plastik dikurangi. Kalau hanya bersih pantai tanpa ada program seperti kurangi penggunaan plastik, sepertinya sia-sia," jelasnya.

Maka ia berharap ada program tambahan yang mengatur penggunaan plastik, karena selama ini beli rokok di warung misalnya, diberi tas plastik, lalu beli permen diberi tas plastik. Angelique menekankan agar dilakukan pembatasan penggunaan tas plastik. Ia juga berharap agar ada program yang menyeluruh dimulai dari kesadaran terkait sampah sejak usia dini.

Banyaknya sampah di Bunaken Angelique tak memungkiri banyak sampah kiriman dari Manado, apalagi banyak sampah sungai yang masuk di laut. Kesadaran masyarakat perlu ditekankan. Konsep pemeliharaan kelestarian lingkungan di kawasan Raja Ampat di Papua misalnya. Menurut Angelique awalnya meniru Bunaken. Justru di Bunaken tak jalan.

Di Raja Ampat setiap turis masuk harus membayar dan mendapatkan kalung tanda masuk. Uang yang terkumpul sebagian besar diberikan ke masyarakat, tujuannya agar masyarakat di sekitar Raja Ampat turut menjaga kelestarian laut. "Dan efektif, di Raja Ampat kelestarian terjaga. Dulu Bunaken jalan, tapi entah kenapa lama-lama uang untuk diberikan pada masyarakat berkurang. Katanya sudah habis untuk patroli dan keperluan lain-lain. Dulu pernah satu desa mendapat Rp 30 juta," jelasnya.

Uang tersebut untuk membangun infrastruktur desa, pengerasan jalan, instalasi air bersih dan sebagainya, namun Angelique menyayangkan program tersebut tak jalan.

Berbeda dengan Angelique, Dosen Politeknik Manado yang akrab dikenal sebagai motor pelestarian terumbu karang, Pahlano Daud menilai program Save Bunaken sudah bagus.
Meski demikian menurutnya Save Bunaken tak berbeda dengan program lainnya, di awal bagus namun di akhir-akhir kurang bagus.

"Apalagi saat musim penghujan ini, sampah-sampah sungai akan terbawa arus ke Bunaken pada Bulan Ferbuari. Di Bulan Februari Bunaken banyak sampah," tegasnya. Ia menyarankan kegiatan sapu laut atau pantai yang masuk di program Save Bunaken sebaiknya fokus di bulan itu.

Selain itu ia mengharap segera diimplementasikan pencegahan sampah dengan jaring di 7 aliran sungai yang masuk ke Laut Manado. "Kalau program jaring sungai ini jalan, sampah yang masuk laut bisa diminimalisir," jelasnya.

Menurut Pahlano bukan hanya Manado yang menyumbang sampah di Bunaken tapi juga wilayah-wilayah lain. Ia pernah mengadakan pendalaman terkait hal ini dan dinamika alur laut membuat sampah dari mana-mana masuk ke Bunaken.

"Save Bunaken sudah bagus, selain bersih laut juga ada program penyadaran dan sosialisasi. Ini harus disinkronkan dengan proyek jaring-jaring sampah," katanya. Selain itu ia berharap program Save Bunaken bukan hanya dilaksanakan oleh pemerintah namun juga stakeholder, LSM, masyarakat maupun semua elemen terkait.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved