Gunung Lokon Meletus
Bule Belanda Takjub Lihat Gunung Lokon
Sebenarnya kami datang ke Indonesia untuk berlibur di Bunaken.
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON - Letusan Gunung Lokon yang kian intens terjadi sejak akhir tahun 2012 lalu, ternyata tak hanya membawa dampak negatif bagi Kota Tomohon, tapi banyak berkahnya juga. Sebab, daerah ini kian dikenal dan banyak dikunjungi wisatawan mancanegara yang hanya berkeinginan melihat letusan gunung secara langsung.
“Sebenarnya kami datang ke Indonesia untuk berlibur di Bunaken, tapi karena ada letusan Gunung Lokon, maka kami menyempatkan diri singgah di Tomohon untuk melihat langsung fenomena alam yang sangat menakjubkan ini,” ungkap Ralph Lindeboom, wisatawan Belanda kepada Tribun Manado saat berkunjung ke Pos Pemantau Gunung Lokon, Selaa (8/1/2013).
Ralph mengakui sangat takjub dan terkesan melihat letusan Gunung Lokon, sebab baru pertama kali disaksikannya langsung, karena di Negaranya tak ada gunung aktif seperti ini. “Di Belanda tidak ada gunung yang aktif seperti ini, hanya ada bukit-bukit saja dengan ketinggian sekitar 300 meter. Jadi, saya sangat terkesan dan senang bisa berada disini,” tuturnya sambil tersenyum.
Rene Lindeboom, wisatawan Belanda lainnya menegaskan sebenarnya dirinya memiliki keinginan untuk mendaki hingga ke puncak Gunung Lokon, tapi karena situasinya tidak memungkinkan, maka tidak dilakukan. “Saya kemari, karena ingin naik Gunung Lokon juga, karena saya suka mendaki. Tapi, saya tetap senang karena meski tak mendaki, tapi boleh melihat langsung letusan gunung,” ungkapnya.
Yudi, petugas Pos Pemantau Gunung Lokon yang menerima kedua wisatawan itu mengatakan kondisi gunung memang saat ini tetap berbahaya jika dilakukan pendakian, sehingga diharapkan masyarakat untuk tak beraktivitas di dekat kawah. “Saya bangga dengan mereka berdua, karena melakukan pengecekan aktivitas gunung dulu apakah membahayakan atau tidak. Sehingga mengurangi resiko ancaman terhadap mereka, karena ketika mereka tahu berbahaya, tidak memaksakan diri untuk mendaki,” tukasnya.

