Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

News Analisis

Pahlano Daud : 40 Persen Terumbu Karang Rusak

Perairan Bunaken dan Teluk Manado kian hari kian dicemari sampah berbagai jenis, yang paling parah adalah sampah plastik.

Penulis: Fransiska_Noel | Editor:
(Dosen Ekowisata Laut Politeknik Negeri Manado)


Laporan wartawan Tribun Manado Fransisca Noel

Perairan Bunaken dan Teluk Manado kian hari kian dicemari sampah berbagai jenis, yang paling parah adalah sampah plastik.

Kondisi ini makin buruk saat hujan deras turun, karena sampah kiriman melimpah dan dialirkan melalui DAS Tondano dan sungai-sungai lain yang bermuara di teluk Manado.

Coba perhatian saat hujan usai. Hampir di sepanjang pesisir teluk Manado kita temukan sampah hingga di permukaan air tidak kalah banyaknya.

Harus diketahui kondisi terumbu karang yang ada di kawasan Taman Laut Bunaken sudah rusak hingga 40 persen. Hal ini diakibatkan hard coral tutupan dimakan spesies pemakan karang yang tumbuh subur seiring makin banyaknya sampah yang disuplai ke perairan Bunaken dan Teluk Manado.

Selain itu, banyak sampah plastik menutupi soft coral hingga mati. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan mengingat baik soft coral maupun hard coral yang menyusun terumbu karang adalah rumahnya berbagai jenis ikan dan spesies laut. Apa jadinya jika terus rusak, pasti ikan dan spesies laut lain punah.

Kotornya kawasan taman laut Bunaken berimbas pada menurunnya minat turis asing untuk menyelam. Bagaimana mau menyelam, kalau di sekelilingnya sampah semua.

Katanya pemerintah kota mau bangun jaring penahan sampah di sungai-sungai. Itu program bagus tapi realisasinya mana? Belum terlihat.

Sebaiknya mulai saat ini pemerintah dan semua pihak termasuk masyarakat mulai tergerak hati untuk prihatin dengan kondisi ini, jika kita tidak ingin keindahan laut Bunaken dan Teluk Manado satu saat nanti hanya tinggal kenangan saja.

Mulailah dengan kesadaran untuk tidak membuang sampah di sungai, karena hal itu berdampak pada pengotoran laut secara terus-menerus.

Selain itu kegiatan bersih- bersih laut juga harus terus dilakukan seiring dengan upaya penanganan sampah dengan bangun jaring penahan sampah di sungai-sungai.

Selain kawasan perairan Taman Laut Bunaken, kami juga sudah usulkan ke provinsi agar kawasan perairan mulai dari Malalayang hingga Kalasey masuk dalam wilayah konservasi laut, karena di kawasan ini bukan hanya memiliki terumbu karang yang tidak kalah indah dengan Bunaken tetapi juga mengoleksi aneka jenis spesies laut langka yang tidak ada di tempat lain.

Tentu kita tidak ingin kekayaan laut kita ini rusak percuma karena sampah.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved