Pemilihan Hukum Tua
50 Desa di Minahasa Akan Gelar Pilhut
Pesta demokrasi di Minahasa akan berlanjut pada 2013.
TRIBUNMANADO.CO.ID , TONDANO - Pesta demokrasi di Minahasa akan berlanjut pada 2013. Sepanjang tahun akan ada sekitar 50 desa yang akan melaksanakan tahapan pemilihan hukumtua (pilhut).
Asisten I Pemkab Minahasa, FP Loing saat diwawancarai Tribun Manado menjelaskan, sekitar 50 desa yang akan melaksanakan pilhut ini terdiri dari sekitar 20 desa yang masa jabatan hukumtuanya telah berakhir, dan 33 desa lainnya adalah desa yang baru dimekarkan tahun lalu.
"Saya lupa jumlah tepatnya ada berapa desa, kalau tidak salah ada sekitar 50 desa yang akan melaksanakan pilhut. Tahapan ini adalah bagian dari pesta demokrasi di desa pelaksana karena hukumtua dipilih langsung oleh masyarakat," ujarnya.
Loing menjelaskan, tahap awal pihaknya akan membentuk panitia pelaksana pilhut ditingkat Kabupaten Minahasa. Panitia ini akan mendata semua desa yang akan melaksanakan pilhut. Selanjutnya akan dibuat jadwal tahapan pelaksanaan pilhut.
"Pemkab Minahasa pasti akan mengkoordiner pelaksanaan pilhut pada sekitar 50 desa ini melalui jadwal. Pelaksanaan tahapan pilhut harus dilakukan sesuai masa jabatan hukumtua yang bertugas saat ini," ujarnya.
Berdasarkan pantauan Tribun Manado, beberapa desa yang akan melaksanakan pilhut tahun ini mulai melakukan tradisi 'ma'sambo'. Tradisi ini telah berakar sejak ratusan tahun lalu dalam warga Minahasa setiap akan memasuki tahapan pilhut.
Warga di Desa Liba, Kecamatan Tompaso mulai melakukan tradisi tersebut. Beberapa warga mendatangi rumah calon yang akan diusung. Mereka menyanyikan lagu khusus yang liriknya berisi pujian untuk warga yang mereka anggap layak memimpin desa mereka. Nyanyian tersebut dilantunkan dalam bahasa Tountemboan.
Recky Mawuntu, warga desa tersebut mengatakan warga umumnya mendatangi rumah calon yang akan diusung. Dalam sebagian besar kasus, warga secara sukarela mendatangi calon walau yang bersangkutan sebenarnya tidak memiliki niat untuk bersaing dalam pilhut.
"Ini adalah tradisi yang dipelihara selama ratusan tahun. Sosok yang akan diusung benar-benar diinginkan masyarakat," ujarnya.