Breaking News:

Pemberantasan Korupsi

Polres Bolmong Tegaskan Komitmen Pemberantasan Korupsi

Polres Bolaang Mongondow (Bolmong) tetap berkomitmen dalam pemberatantasan tindak pidana korupsi

Penulis:
Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Edi Sukasah

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Polres Bolaang Mongondow (Bolmong) tetap berkomitmen dalam pemberatantasan tindak pidana korupsi di wilayah hukum yang mencakup empat kabupaten dan satu kota. Polres di Tanah Totabuan ini pun sudah menyiapkan langkah- langkah yang akan dilakukan pada tahun ini.

"Pemberantasan korupsi tersebut sudah menjadi komitmen kita, apalagi ditambah instruksi dan penekanan dari Pak Kapolda Sulut. Polres Bolmong akan tetap komit tentang hal tersebut," ujar Kepala Polres (Kapolres) Bolmong AKBP Hisar Siallagan kepada Tribun Manado, Sabtu (5/1/2013).

Dikatakan, ada beberapa langkah yang akan dilakukan oleh Polres Bolmong untuk penuntasan kasus-kasus tipikor baik yang sedang dalam proses penyelidikan maupun penyidikan. Langkah tersebut di antaranya berkoordinasi dengan pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan auditor dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Langkah lainya adalah melengkapi dan memperkuat alat bukti guna pemenuhan unsur perbuatan pidana korupsi, penyelesaian berkas perkara. "Polres Bolmong juga akan menindaklanjuti setiap laporan atau aduan dari masyarakat yang masuk terkait dengan tindakan pidana korupsi,"  kata Hisar yang baru menjabat Kapolres Bolmong sekitar satu bulan.

Ditanya tentang pengentasan kasus tindak pidana korupsi tunjangan pokok aparatur pemerintah desa (TPAPD) di Kabupaten Bolmong tahun anggaran 2011, memastikan selalu ada perkembangan dalam penangananya. "Semua perkara tetap berjalan dan berproses. Dan, selalu ada progres yang kita capai," kata dia menandaskan.

Sebagai informasi, kasus TPAPD mencuat setelah ratusan pamong desa di Kabupaten Bolmong protes. Awal tahun 2012, Polres Bolmong yang saat itu dipimpin AKBP Enggar Brotoseno mulai melakukan penyelidikan. Kasus tersebut menjerat beberapa pejabat teras di daerah tersebut. Bahkan, berdasarkan hasil audit, kerugian akibat kasus tersebut mencapai Rp 4.8 miliar.

Dua pejabat Pemkab Bolmong, yakni Cimmy Wua dan Mursid Potabuga telah divonis Pengadilan Tipikor Manado terkait kasus tersebut. Sementara beberapa pejabat lain yang saat ini telah ditetapkan tersangka pada masa kepemimpinan Enggar adalah Suharjo Makalalag, Ikram Lasinggaru, Iswan Gonibala dan Eddy Gimon.

Tak cuma itu, Polres Bolmong juga menetapkan Sekda Bolmong Farid Asimin, mantan Sekda Bolmong Ferry L Sugeha dan mantan Bupati Bolmong Marlina Moha Siahaan menjadi tersangka. Namun sampai saat ini, belum ada perkembangan terkait tiga tersangka terakhir tersebut. (suk)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved