Gunung Lokon Meletus
Wilar Minta Abu Lokon Segera Dibersihkan
Dampak negatif akibat semburan abu vulkanik hasil letusan Gunung Lokon sejak Natal 2012 hingga perayaan tahun Baru 2013, mulai dirasakan
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID. TOMOHON — Dampak negatif akibat semburan abu vulkanik hasil letusan Gunung Lokon sejak Natal 2012 hingga perayaan tahun Baru 2013, mulai dirasakan warga Kota Tomohon.
Sebab, abu tersebut masih menghiasi jalan-jalan utama hingga rumah-rumah warga di sejumlah Kelurahan, seperti Woloan, Kakaskasen, Wailan, Kayawu, Tara-tara III dan Pinaras.
Bahkan, abu vulkanik dari Gunung Lokon kian bertambah tebal, karena tak juga dibersihkan oleh pemerintah, seperti dengan menyemprot air menggunakan kendaraan pemadam kebakaran.
“Sebagai anggota Komisi c DPRD Kota Tomohon, saya sangat prihatin karena pemerintah tidak ada perhatian sama sekali, untuk mencegah dampak buruk yang akan dialami masyarakat, seperti terserang penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) akibat abu vulkanik semburan Gunung Lokon,” kata Johanis Wilar, anggota DPRD Kota Tomohon, kemarin.
Di wilayah Tara-tara, menurut Wilar, abu vulkanik Gunung Lokon sudah sangat tebal, dan mengganggu masyarakat untuk beraktivitas, seperti pengguna jalan roda 2 dan angkutan umum, tapi untuk mobil pejabat yang menggunakan AC memang tidak masalah.
“Seharusnya ketika abu vulkanik Lokon menghujani Tomohon, pemerintah langsung mengambil tindakan cepat dengan melakukan penyemprotan ruas jalan yang ramai lalu lintasnya. Bukan seperti sekarang ini, sudah terjadi berhari-hari, tapi tak ada tindakan konkrit yang dilakukan. Mudah-mudahan ini bukan bukti ketidakpedulian Wali Kota dan dinas terkait,” sesal Wilar.
Eddy Turang, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kota Tomohon membantah jika pihaknya tak menunjukkan kepedulian sama sekali terhadap penderitaan yang dialami masyarakat, akibat pengaruh abu vulkanik hasil letusan Gunung Lokon. Sebab, telah dibagikan masker untuk mengantisipasi serangan ISPA disejumlah kelurahan yang dihujani abu vulkanik. “Di Pinaras dan Tara-tara sudah dibagikan masker kepada warga lewat gereja, dimana setiap gereja menerima sedikitnya 500 masker,” tuturnya.
Soal penyemprotan abu vulkanik, menurut dia memang baru sebatas dilakukan di seputar Kantor Wali Kota, tapi akan juga dilakukan di wilayah lainnya secara bertahap. “Untuk daerah lain yang ditutupi abu vulkanik tetap akan ditindaklanjuti dengan melakukan penyemprotan,” tukasnya