Perbankan
Penggunaan APMK di Sulut Meningkat
Saat hari Natal dan Tahun Baru 2013, perputaran uang di Sulawesi Utara masih tetap tinggi.
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Saat hari Natal dan Tahun Baru 2013, perputaran uang di Sulawesi Utara masih tetap tinggi. Hal ini terlihat dalam Hari Natal dan Tahun Baru 2013 perputaran uang di Sulut mencapai Rp 1,32 triliun.
"Ini masih tetap tinggi, walaupun ada mengalami penurunan di bandingkan tahun lalu yang mencapai Rp 1,37 triliun. Di tambah lagi dalam Hari Natal dan Tahun Baru kemarin masyarakat sudah sadar untuk menggunakan alat pembayaran menggunakan kartu (APMK)," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut, Suhaedi saat ditemui Tribun Manado di ruang kerjanya, Kamis (3/1).
Suhaedi menjelaskan uang adalah alat transaksi sehingga dalam pengunnannya tidak saja menggunakan uang kartal namun juga menggunakan APMK. Menurutnya penggunaan APMK sangat baik karena sangat mengurangi resiko dalam bertransaksi.
"Kesadaran masyarakat untuk menggunakan APMK sudah sangat baik. Hal ini karena terlhat sudah ada proses penggeseran yang sudah mulai menggunakan kartu untuk membayar," ujarnya.
Berdasarkan data BI Sulut, penggunaan kartu sebagai alat proses bertransaksi terus menunjukan tren peningkatan. Hingga pada posisi November 2012 penggunaan kartu di sulut telah mencapai sebanyak 99,6 miliar pengguna. Kondisi ini lebih tinggi dibandingkan pada posisi bulan sebelumnya yakni Oktober 2012 yakni 94,4 miliar.
"Untuk indonesia bagian timur, Sulut menempati urutan kedua setelah Makassar dalam penggunaan APMK dalam proses bertransaksi. Ini menunjukan kesadaran masyarakat Sulut dalam penggunaan APMK sudah semakin meningkat," ucap Suhaedi.