Kriminalitas
Opo Kena Tikam saat Pesiar
Malang nasib yang dialami Jerfeson Tempombuka (35) alias Opo warga Kelurahan Mawali Kecamatan Lembeh Utara
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Malang nasib yang dialami Jerfeson Tempombuka (35) alias Opo warga Kelurahan Mawali Kecamatan Lembeh Utara yang harus terkena tikaman saat dirinya usai melakukan ‘pasiar’ dengan rekannya di Kelurahan Mawali linkungan 2 RT 6, Kami (3/12) pagi.
Adapun untuk kronologis kejadian menurut Idris saksi mata Kalundas (43) warga Kelurahan Mawali, piristiwa tersebut menimpah Opo saat dirinya dan korban sedang berkendara dengan sepeda motor jenis Suzuki Smash dan korban mendadak meminta berhenti. “Opo yang mengemudikan kendaraan tiba-tiba berhenti, lalu menuju sebuah warung yang tidak berada jauh dari tempat kami berhenti,” kata Idris saat saat memebawa korban di Rumah Sakit AL dr Wahyu Slamet Kamis kemarin.
Lanjutnya bercerita warung yang menjadi tempat tujuan korban ada sejumlah orang yang sedang mangkal, dimana tak berlangsung lama pasca korban turun dari motor menuju warung tersebut suasana sekitar warung langsung gaduh. “Saya sudah tidak sempat melihat lagi apa yang menyebabkan hingga terjadi kegaduhan, saat dilihat sudah banyak yang mengerumi korban dan tak berselang lama korban langsung menghampiri saya sambil berjalan tertatih kesakitan sambil berkata pusing... pusing,” tuturnya.
Disaat itulah saksi mata yang memiliki profesi yang sama dengan korban yakni pekerja tambang, mengetahui kalau korban sudah kena tikam di dada sebelah kiri. “Sontak melihat dia sudah kena tikam saya langsung membuka pakaiannya untuk menutup lukanya jangan sampai masuk angin lalu bergegas memabawa korban ke Rumkiltal dr Wahyu Slamet,” kata dia. Sebelum melakukan pesiar korban sendiri memang telah memiliki rencana untuk melakukan pesiar dengan mengajak saksi pada Kamis pagi. “Dia (korban) meminjam motor milik menantu saya untuk pesiar bersama saya,” pungkasny