Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Opini

"Kebodohan" Pers Gorontalo

Jauh-jauh hari, Bill Kovach dalam Sembilan Elemen Jurnalisme telah mendendangkan ke khalayak luas akan peran media masa

Tayang:
Editor:

“Saya kalau lihat berita-berita di media masa disini tidak ada manfaat yang saya dapat. Berita-berita yang disajikan tidak ada muatan pendidikan bagi masyarakat,” ungkapnya kepada sejumlah wartawan di ruang rapat gedung Polda Gorontalo di Jalan Limboto Raya, Senin (31/12/12).

Katanya, media masa itu harus punya nilai-nilai yang mendidik bagi masyarakat, bukan sebagai penjerumus ke jurang kesesatan yang merugikan dan pembodohan.

“Berita-beritanya banyak yang memperuncing persoalan, sepertinya sudah jadi alat kepentingan kelompok tertentu,” ujar Budi.

Apalagi, tambahnya, soal berita dunia politik. Selama ini kesan yang berada di masyarakat Gorontalo itu suka dengan hal-hal politik. Bila membahas tajuk politik praktis, orang Gorontalo sangat bergairah.

“Media masa yang membuat warga disini jadi suka politik. Sajian-sajiannya terus mengenai politik,” katanya.

Ada benarnya, apa yang dirisaukan oleh Kapolda Gorontalo, apakah dalam membangun kemajuan daerah Gorontalo itu mesti melulu dicekoki oleh berita-berita bermuatan politik.

Terlebih politik yang dijalankan Gorontalo terkini, sepanjang tahun 2012, lebih di dominasi pertarungan politik kelompok, demi mengejar ‘fatamorgana’ kekuasaan.

Media masa itu harus berpihak pada kepentingan publik, berupaya mencerdasakan masyarakat, dan membawa perubahan bagi kemajuan bersama.

Media masa seharusnya bukan jadi alat kepentingan segelintir orang, yang ujung-ujungnya rakyat ‘akar rumput’ menjadi korban ‘perbudakan’ politik.

Apakah bisa menjamin ? sajian porsi politik tak berkualitas di media masa itu bisa berikan pencerahan, demi menuju jayanya Gorontalo. Sebaliknya, apakah yakin, suguhan politik Gorontalo yang lebih cenderung prosedural dan pragmatis di media masa itu, tak akan mampu membawa kesejahteraan dan keadilan bagi warga masyarakatnya ?

Mari mengingat kembali, pemikiran dari Muhammad Hatta, mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, bahwa untuk mencapai tujuan hakiki berbangsa dan bernegara itu ada pada bidang politik perekonomian.

Ingat, bukan politik pragmatis non idealis, tapi politik perekonomian. Inilah konsep Hatta, yang katanya politik perekonomian itu satu bagian penting untuk terciptanya pembangunan bangsa yang adil dan makmur.

Bagi Hatta, dalam Kita Membangun di pidato Musyarawah Nasional Pembangunan 25 November 1957 Jakarta, menegaskan bahwa, wujud politik ekonomi yang bisa mendatangkan kemakmuran kepada rakyat dan memberi rakyat perhiasan hidup.

Untuk mencapai hal itu, Hatta memberikan solusi dengan ketegasan kelangkah kesana yang menjelaskan tentang tindakan apa yang harus dijalankan dalam jangka pendek dan jangka panjang untuk memperbesar kemakmuran rakyat. 

Melihat ide suci Hatta, ada baiknya masuk di tahun 2013, media masa Gorontalo harus mengambil pelajaran dengan langkah besar resolusi mengubah paradigma penyajian pemberitaan yang mencondongkan politik pembangunan.

Bukan sebatas politik pencitraan yang berbayar dan berisikan pragmatisme sempit dan ‘gontok-gontokan’ rebutan kekuasaan. Maka dari itu, mari Membaca, Menulis dan Kritis, happy new year 2013, jayalah negeri ini

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved