Sabtu, 16 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bolaang Mongondow

Petani Dumoga Kelukahkan Kelangkaan Pupuk Urea

Para petani di Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) mengeluhkan langkanya pupuk di daerah

Tayang:
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu

Laporan Wartawan Tribun Manado Edi Sukasah

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Para petani di Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) mengeluhkan langkanya pupuk di daerah yang dikenal sebagai lumbung padi itu. Kelangkaan tersebut sudah terjadi hampir sejak masa panen terakhir di tahun 2012 lalu atau sekitar tiga bulan.

"Hampir semua jenis pupuk jarang di pasaran. Namun yang lebih parah adalah pupuk jenis urea. Padahal, pupuk jenis urea ini paling banyak digunakan oleh para petani," ujar Sekretaris Forum Perkumpulan Petani Pengelola Air (FP3A) Kosinggulan, Suwardi Baderan, kepada Tribun Manado, belum lama ini.

Jika pun ada, lanjut dia, harga pupuk tersebut jauh dari harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Suwardi mencontohkan HET satu sak urea berisi 50 kilogram adalah Rp 90 ribu. Namun saat ini, harga pupuk urea bersubsidi tersebut mencapai Rp 120 ribu. Jika dipresentasekan, kenaikanya mencapai 30 persen.

"Kenaikan harga tersebut semakin tidak terkendali. Kami minta agar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) segera turun tangan untuk mengatasi masalah ini. Setidaknya bisa mengawasi, karena petani sangat tergantung dengan pupuk," ujar Suwardi menambahkan.

Terpisah, Kepala Disperindag Kabupaten Bolmong George Tanor mengatakan pihaknya akan mengecek masalah kelangkaan pupuk tersebut. "Pada pekan lalu, sudah ada pasokan pupuk ke Dumoga. Saya akan melakukan apakah sudah tersalur atau belum. Kalau ada pelanggaran tentu akan ada tindakan," ujar George.

Dia menjelaskan pendistribusian pupuk tersebut kepada agen. Pasokan kepada agen tersebut tergantung dengan permintaan dari kelompok tani sebelumnya. Masalahnya, kata dia, setelah Bolmong mekar menjadi lima daerah, di daerah induk tidak ada lagi agen karena semua agen ada di Kotamobagu.

"Kami memang harus telusuri dimana permasalahanya. Jika ada pupuk bersubsidi ada di pasaran, ini juga menandakan adanya kebocoran. Karena kan pendistribusian sesuai dengan permintaan kelompok tani yang ada," George menjelaskan.

Kelangkaan pupuk sebelumnya sudah disampaikan para petani kepada Wakil Bupati Bolmong Yanni R Tuuk saat dialog terbuka di Lapangan Desa Ibolian Induk pertengahan Desember lalu. Para petani berharap pemerintah bisa mengatasi permasalahan tersebut.

Menanggapi soal itu, Yanni mengatakan penyaluran pupuk diatur oleh pemerintah pusat. Namun demikian, dia minta, yang menemukan adanya kejangalan dalam penyaluran pupuk segera melaporkan hal tersebut kepada dirinya yang saat ini telah berdomisili di Desa Mogoyunggung Dumoga.

"Jika ada pupuk bersubsidi kemudian dijual dengan harga mahal tolong dicatat siapa dan langsung laporkan kepada saya," kata Yanni kepada sekitar seratusan warga yang mengikuti dialog tersebut

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved