Bolaang Mongondow
Petani Dumoga Kelukahkan Kelangkaan Pupuk Urea
Para petani di Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) mengeluhkan langkanya pupuk di daerah
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado Edi Sukasah
TRIBUNMANADO.CO.ID,
LOLAK - Para petani di Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong)
mengeluhkan langkanya pupuk di daerah yang dikenal sebagai lumbung padi
itu. Kelangkaan tersebut sudah terjadi hampir sejak masa panen terakhir
di tahun 2012 lalu atau sekitar tiga bulan.
"Hampir semua jenis pupuk jarang di pasaran. Namun yang lebih parah
adalah pupuk jenis urea. Padahal, pupuk jenis urea ini paling banyak
digunakan oleh para petani," ujar Sekretaris Forum Perkumpulan Petani
Pengelola Air (FP3A) Kosinggulan, Suwardi Baderan, kepada Tribun Manado,
belum lama ini.
Jika pun ada, lanjut dia, harga pupuk tersebut jauh dari harga
eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Suwardi
mencontohkan HET satu sak urea berisi 50 kilogram adalah Rp 90 ribu.
Namun saat ini, harga pupuk urea bersubsidi tersebut mencapai Rp 120
ribu. Jika dipresentasekan, kenaikanya mencapai 30 persen.
"Kenaikan harga tersebut semakin tidak terkendali. Kami minta agar
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) segera turun tangan
untuk mengatasi masalah ini. Setidaknya bisa mengawasi, karena petani
sangat tergantung dengan pupuk," ujar Suwardi menambahkan.
Terpisah, Kepala Disperindag Kabupaten Bolmong George Tanor
mengatakan pihaknya akan mengecek masalah kelangkaan pupuk tersebut.
"Pada pekan lalu, sudah ada pasokan pupuk ke Dumoga. Saya akan melakukan
apakah sudah tersalur atau belum. Kalau ada pelanggaran tentu akan ada
tindakan," ujar George.
Dia menjelaskan pendistribusian pupuk tersebut kepada agen. Pasokan
kepada agen tersebut tergantung dengan permintaan dari kelompok tani
sebelumnya. Masalahnya, kata dia, setelah Bolmong mekar menjadi lima
daerah, di daerah induk tidak ada lagi agen karena semua agen ada di
Kotamobagu.
"Kami memang harus telusuri dimana permasalahanya. Jika ada pupuk
bersubsidi ada di pasaran, ini juga menandakan adanya kebocoran. Karena
kan pendistribusian sesuai dengan permintaan kelompok tani yang ada,"
George menjelaskan.
Kelangkaan pupuk sebelumnya sudah disampaikan para petani kepada
Wakil Bupati Bolmong Yanni R Tuuk saat dialog terbuka di Lapangan Desa
Ibolian Induk pertengahan Desember lalu. Para petani berharap pemerintah
bisa mengatasi permasalahan tersebut.
Menanggapi soal itu, Yanni mengatakan penyaluran pupuk diatur oleh
pemerintah pusat. Namun demikian, dia minta, yang menemukan adanya
kejangalan dalam penyaluran pupuk segera melaporkan hal tersebut kepada
dirinya yang saat ini telah berdomisili di Desa Mogoyunggung Dumoga.
"Jika ada pupuk bersubsidi kemudian dijual dengan harga mahal tolong
dicatat siapa dan langsung laporkan kepada saya," kata Yanni kepada
sekitar seratusan warga yang mengikuti dialog tersebut