Pelayanan Publik
Call Center 118 Tumou Tou
Walau sudah di grand launching tanggal 2 Juni 2012
Laporan Wartawan Tribun Manado Robin Tanauma
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Walau sudah di grand launching tanggal 2 Juni 2012, namun keberadaan sistem penanggulangan gawat darurat terpadu (SPGDT) Call Center 118 Tumou Tou belum banyak di manfaatkan masyarakat yang membutuhkan perawatan tindakan medis segera.
Anatje Mieke Dondokambey, humas Badan Layanan Umum (BLU) RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, mengatakan, call center khusus emergency bila pasien yang membutuhkan tindakan medis secara segera, misalnya pasien yang tidak sadarkan diri atau dalam bentuk bencana alam seperti tsunami, gempa bumi dan sebagainya, maupun bencana dalam bentuk kecelakaan lalu lintas.
"Dengan menghubungi call center, ada dua unit bus Ambulance lengkap dengan peralatan medik dan tim perawat siap melakukan penjemputan atau penanganan langsung di lokasi," ungkap Dondokambey pada Tribun Manado beberapa waktu lalu.
Menurut Dondokambey, layanan call center untuk lebih meminimalisir resiko kondisi pasien yang akan lebih parah bahkan fatal.
"Penjemputan ataupun penanganan medik ini tidak dipungut biaya atau free charge," tambah Dondokambey.
Ronny Damping selaku penanggungjawab call center, menambahkan, call center adalah pelayanan 1X24 jam. Keluarga atau kerabat pasien yang menghubungi call center akan di konfirmasi kembali mengecek kebenaran informasi sebelum adanya ambulance dan tim medik turun ke lokasi.
Menurut Ronny, bila terdapat nomor yang menelpon kemudian dikonfirmasi tidak ada jawaban, maka nomor tersebut masuk dalam daftar hitam, hingga bila adanya telepon kembali dari nomor tersebut secara otomatis tidak akan dijawab oleh call center.
Ditambahkannya, untuk pasien yang akan ditangani juga benar-benar yang tergolong emergency, atau ada kecelakaan lalu lintas yang parah.
"Kalau cuman sakit biasa-biasa saja, kami meminta maaf tidak ada pelayanan dari call center, ini khusus emergency atau pasien sudah tak sadarkan diri di rumah itu wajib kami jemput dan tangani, kami juga punya dokter ahli dan tim medik yang stand by, bisa saling berkoordinasi," tambah Ronny
Pengalaman bertugas di call center, Ronny mengakui masih banyak juga penelpon pemberi informasi yang masih main-main, setelah dicek kembali ternyata tidak benar informasi tersebut.
Namun pernah juga, seorang wanita yang hendak melahirkan diantar oleh suaminya, saat masih dalam mobil, bayi dalam kandungan sudah mulai keluar, dengan suaminya menghubungi call center maka tim medik dan dokter sudah stand by di depan pintu Intalasi Gawat Darurat.
"Bayi itu pas sampai sudah keluar, tim medik dan dokter yang sudah stand by akhirnya bisa menyelamatkan dengan langsung memotong tali pusar, sudah tak lagi dibawa ke dalam IGD tapi langsung ditangani saat di dalam mobil," jelas Ronny.
Diharapkannya, dengan adanya call center, masyarakat bisa dengan baik memanfaatkan pelayanan kesehatan tersebut, dengan menghubungi 118 atau (0431) 823101, 823307 dan 823319. (obi)