Bunuh Diri

Sandineja Akhiri Hidup di Dekat Kolam

Sandineja (50), buruh bangunan di tempat tersebut, ditemukan meninggal tergantung, Rabu (26/12/2012) pagi.

Laporan Wartawan Tribun Manado Edi Sukasah

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Para pegawai yang sedang mengerjakan pembangunan sekolah di Desa Kopandakan Dua, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) gempar. Sandineja (50), buruh bangunan di tempat tersebut, ditemukan meninggal tergantung, Rabu (26/12/2012) pagi.

Menurut beberapa rekan kerja Sandineja, korban meninggal di bangunan belum jadi yang berada dekat kolam di komplek sekolah tersebut. "Di lehernya terlilit tali terpal yang tergantung pada palang," ujar seorang rekan Sandineja yang enggan menyebutkan nama saat ditemui Tribun Manado di Rumah Sakit Datoe Binangkang (RSDB) Kotamobagu.

Pemuda ini kemudian menuturkan, korban ditemukan kali pertama oleh Paimin, anak korban, dan Ngadimun, menantu korban, sekitar pukul 6.30 wita. Malam sebelumnya, Sandineja sempat tak terlihat di pemondokanya. "Anak dan mantunya sempat mencari-cari almarhum malam itu. Kami juga tidak tahu kemanana. Eh, pagi-pagi sudah seperti itu," ujarnya tampak sedih.

Kata dia, semua rekan kerjanya yang kebanyakan berasal dari daerah Jawa, bertanya-tanya motif Sandineja yang nekat mengakhiri hidupnya. Almarhum sudah bekerja sebagai buruh bangunan kurang lebih satu tahun. Sandineja dikenal pendiam. Dia jarang bercerita mengenai permasalahan-permasalahannya.

"Kami hanya tahu, Almarhum mempunyai tiga anak. Dua di antaranya berada di Jawa. Di sini dia bersama dengan satu anaknya dan menantunya. Jenazah almarhum akan dibawa ke Jawa," kata pemuda yang sebagian rambutnya dicat tersebut. 

Dihubungi terpisah, Kepala Polsek Lolayan AKP Johan Damapoli mengatakan korban berasal dari Banjarnegara, Jawa Tengah. "Dia bekerja sebagai buruh bangunan proyek PT Sabar Ganda dalam pembangunan sekolah yayasan SMK di Kopandakan," ujar Johan.

Dia mengatakan, pihaknya belum bisa menyimpulkan motif kejadian tersebut. Menurutnya, kepolisian masih menyelidiki kasus tersebut. "Korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa. Hhasil pemeriksaan dokter tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban," kata dia.

Penulis: Edi Sukasah
Editor: Rine Araro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved