Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Lelang

Tunisia Lelang Harta Benda Eks Presiden

Pemerintah Tunisia berharap barang-barang ini bisa terjual dan hasilnya bisa digunakan untuk menambah keuangan negara.

Editor:
zoom-inlihat foto Tunisia Lelang Harta Benda Eks Presiden
FETHI BELAID / AFP
Koleksi mobil mewah milik mantan Presiden Tunisia Zine al-Abedine Ben Ali ikut dilelang. Ben Ali digulingkan awal 2011 dan kini berada di pengasingan di Arab Saudi.
TRIBUNMANADO.CO.ID,TUNIS - Pemerintah Tunisia melelang ribuah barang mewah milik mantan Presiden Zine al-Abedine Ben Ali yang kabur ke luar negeri setelah ditumbangkan aksi unjuk rasa rakyat pada awal 2011.

Di antara barang-barang yang dilelang tersebut terdapat mobil-mobil mewah, benda-benda antik, perhiasan dan benda-benda lain. Pemerintah Tunisia berharap barang-barang ini bisa terjual dan hasilnya bisa digunakan untuk menambah keuangan negara.

Pemerintah Tunisia berharap lelang harta benda Ben Ali itu bisa menghasilkan uang setidaknya 10 juta euro atau Rp 96,5 miliar.

"Yang dilelang ini hanya sekitar 30% dari seluruh harta benda Ben Ali. Kasihan Tunisia, dikuasai pemimpin geng, bukan seseorang yang mampu memimpin negara," kata seorang menteri pemerintah Tunisia, Tarek Dhyab.

Lelang harta benda Ben Ali ini dibuka Perdana Menteri Hamadi Jebali, Sabtu (22/12/2012), di Hotel Cleopatra, Gammarth.

Para menteri dan duta besar negara sahabat adalah yang pertama diberi kesempatan melihat-lihat barang-barang milik Ben Ali itu. Sementara warga lainnya berkesempatan melihat pada Minggu (23/12/2012).

"Kami menerima banyak permintaan bahkan dari luar Tunisia. Bahkan sebelum lelang dibuka, banyak yang menanyakan soal lelang. Hotel-hotel sudah penuh dipesan," kata pengelola hotel Afaf Dous.

Ben Ali merupakan salah satu "korban" Arab Spring saat rakyat menggulingkannkan awal 2011 lalu. Ben Ali dan keluarganya kini mendapatkan suaka politik di Arab Saudi.

Sejak tergulingnya Ben Ali, perekonomian Tunisia mendapatkan banyak tantangan. Pertumbuhan ekonomi negeri itu menyusut hingga hanya 2,2 persen tahun lalu. Sementara itu, angka pengangguran mencapai 17 persen.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved