Bolaang Mongondow
Warga Dumoga Keluhkan Kurangnya Stok Pupuk
Sejumlah petani di Dumoga, Bolaang Mongondow (Bolmong), mengeluhkan ketersediaan pupuk yang kurang di daerah tersebut.
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado Edi Sukasah
TRIBUNMANADO.CO.ID,
BOLMONG - Sejumlah petani di Dumoga, Bolaang Mongondow (Bolmong),
mengeluhkan ketersediaan pupuk yang kurang di daerah tersebut. Jika pun
ada harga pupuk jauh lebih mahal dari patokan harga eceran tertinggi
(HET).
Keluhan tersebut mengemuka saat Wakil Bupati Bolmong Yanni R Tuuk
mengadakan dialog dengan warga dari Desa Ibolian Induk dan Ibolian Satu
di Lapangan Desa Ibolian, Sabtu (15/12/2012). Para petani berharap
pemerintah bisa mengatasi permasalahan tersebut.
Menanggapi soal itu, Yanni mengatakan penyaluran pupuk diatur oleh
pemerintah pusat. Namun demikian, dia minta, yang menemukan adanya
kejangalan dalam penyaluran pupuk segera melaporkan hal tersebut kepada
dirinya yang saat ini telah berdomisili di Desa Mogoyunggung Dumoga.
"Jika ada pupuk bersubsidi kemudian dijual dengan harga mahal tolong
dicatat siapa dan langsung laporkan kepada saya," kata Yanni kepada
sekitar seratusan warga yang mengikuti dialog tersebut.
Tidak
hanya hal pertanian yang mengemuka pada dialog yang mengundang perangkat
desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda serta organisasi sosial
kemasyarakatan tersebut. Persoalan keamanan juga mengemuka pada dialog
itu.
"Diharapkan peran seluruh komponen masyarakat dalam menciptakan
iklim yang kondusif demi kelangsungan pembangunan di daerah ini. Saya
serius untuk menjaga dumoga tetap kondusif sehingga saya memilih tinggal
di dumoga agar dapat memantau langsung dataran ini" kata Yanni.
Tokoh Masyarakat Ibolian Deki Mokodompit menilai audiens ini sangat
penting bagi warga masyarakat. "Saya berharap apa yang menjadi komitmen
pemerintah terhadap persoalan yang di sampaikan dapat segera di
tindaklanjuti, terlebih pada upaya stabilitas keamanan di dataran
dumoga" ujar Deki.