Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pemilukada Minahasa

Wartawan Laporkan Kindangen ke Polisi

Caren Pandeiroth, wartawan Harian Posko resmi menjadi pelapor.

Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado Lucky Kawengian

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Tindakan pengancaman yang dilakukan anggota DPRD Minahasa, Handry Kindangen pada beberapa wartawan telah bermuara pada laporan ke Polres Minahasa.

Puluhan wartawan yang bertugas di Minahasa resmi melaporkan tindakan Kindangen ke Polres Minahasa, Jumat (14/12/2012). Sekitar pukul 14.00 Wita, wartawan mendatangi markas Polres Minahasa dan memasuki ruangan sentra pelayanan kepolisian.

Caren Pandeiroth, wartawan Harian Posko resmi menjadi pelapor dalam dugaan tindakan pengancaman yang dilakukan Kindangen dan seorang rekannya pada wartawan. Anggota polisi menerima laporan tersebut dan langsung membuat berita acara pemeriksaan (BAP) pada Pandeiroth sebagai saksi pelapor.

"Kami merasa diintimidasi oleh pihak tertentu karena pemberitaan yang kami buat. Kami merasa hak kami melaksanakan tugas peliputan seolah dihalangi oleh pihak-pihak tertentu. Apa yang kami beritakan berdasarkan fakta yang kami dapat dan tetap menjaga keberimbangan dan netralitas," ujarnya.

Kindangen bersama seorang rekannya meminta diperlihatkan proses perhitungan suara. Petugas pengamanan dari Polres Minahasa ini memberikan penjelasan kalau proses rekapitulasi suara masih dilakukan pada tingkat PPS.

Kejadian pengancaman ini terjadi saat Kindangen yang adalah Ketua Badan Kehormatan DPRD Minahasa mendatangi kantor KPU Minahasa, Kamis (13/12) malam. Kindangen dan seorang rekannya marah-marah dan berteriak dalam kantor tersebut.

"Saya ingatkan jangan sampai ada penyimpangan atau manipulasi. Hati-hati kalau ada yang melakukan tindakan tersebut," ujarnya dengan nada tinggi.

Tidak sampai disitu, Kindangen juga meneriaki beberapa wartawan yang ada diruangan tersebut. Dirinya mengatakan pemberitaan di media massa jangan dipolitisir.

"Kalian wartawan jangan coba-coba. Jangan menyampaikan berita yang tidak benar. Masyarakat jadi resah karena ada pengumuman bahwa sudah ada pasangan calon yang menang. Kalian harus hati-hati. Ingat nama saya, Inyo Kindangen," ujarnya.

Suasana menjadi tenang saat Ketua KPUD Minahasa, Meidy Tinangon keluar dari ruangannya. Tinangon mengajak Kindangen masuk kedalam ruang kerjanya untuk berbincang. Sekitar lima menit kemudian Kindangen keluar dari ruangan tersebut dan langsung berjalan menuju rombongannya yang telah menunggu di jalan depan kantor KPUD Minahasa.

Ketua Aliansi Wartawan Minahasa, Vecky Tumonggor menyatakan keprihatinannya pada tindakan pengancaman tersebut. Menurutnya sangat tidak etis seorang anggota DPRD Minahasa yang juga adalah Ketua Badan Kehormatan bertindak seperti preman.

"Tanpa alasan jelas beliau marah-marah dan mengancam wartawan yang sedang melakukan tugas. Kami mendesak tidak ada lagi tindakan pengancaman atau intimdasi yang dilakukan pada wartawan dalam kaitan tugas peliputan," ujarnya.

Kindangen beralasan kedatangannya saat itu untuk mengingatkan KPUD Minahasa untuk melaksanakan tugas sesuai aturan. Tidak boleh ada penyimpangan dalam melakukan rekapitulasi suara.

"Saya datang secara pribadi untuk menyampaikan aspirasi tersebut," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved