Selasa, 9 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Elpiji

Persediaan Gas Elpiji Aman

Masyarakat yang menggunakan tabung gas 3 kilogram (kg) tak perlu khawatir lagi.

Tayang:
Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado Deffriatno Neke

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Masyarakat yang menggunakan tabung gas 3 kilogram (kg) tak perlu khawatir lagi akan terjadi kelangkaan. Pasalnya pertamina telah menjamin ketersediaan tabung gas saat menjelang natal dan tahun baru nantinya.

Menurut Sales Area Manager LPG dan Gas Prodak Bagian Sulawesi Utara, Isfahani, saat ditemui sejumlah media di Mega Trade Center (MTC), Rabu (12/12/2012) kemarin, mengungkapkan, saat ini tersedia tabung gas di Sulut terdapat 1582 metricton (MT). Selain itu, pada tanggal 25 Desember menyusul lagi tabung gas sebanyak 1700 MT.

"Persediaan kita sudah aman, kita menyesuaikan tingkat kebutuhan masyarakat, beberapa daerah permintaan pasokan, kita perkirakan Desember akan mengalami permintaan menjadi 1985 MT kalau normalnya biasanya 1700 MT," kata Isfahani.

Ia menjelaskan sejak pertama pengalihan dari minyak tanah ke tabung gas elpiji, permintaan akan tabung gas terus meningkat dalam masyarakat. Sepanjang tahun 2012 hingga saat ini, peningkatan tabung gas tertinggi di bulan Oktober yang mencapai hingga 1752 MT.

"Dari Januari hingga November 2012 rata-rata pemakaian elpiji mencapai 1592 MT per bulannya. Itu 88 persen dari gas elpiji yang subsidi, dan dominan dari Kota Manado yang mencapai 34 persen dari total pemakaian gas," ujarnya.  

Menurutnya, pihaknya saat ini telah mengantisipasi agar tidak terjadi kelangkaan tabung ags elpiji. Hanya saat ini pertamina sedang melihat perkembangan permintaan masyarakat yang masih membutuhkan tabung gas elpiji.

"Tidak lagi terjadi kelangkaan. Sisi kesediaan sudah diantisipasi, tinggal melihat perkembangan permintaan masyarakat," ucap Isfahani.

Ia mengharapkan, agar jalur distribusi seperti agen dan pangkalan memiliki peran ketersediaan dan harga jual yang sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET). Isfahani mengatakan, pertamina hanya mengawal harga sampai ke pangkalan saja.

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved