Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Narkoba

Hotel di Gorontalo akan Disiagakan Polisi Pariwisata

Supaya kita mudah mengendus, bergerak cepat dan menindak.

Tayang:
Editor:
Laporan Wartawan Tribun Gorontalo Budi Susilo

TRIBUNMANADO.CO.ID, GORONTALO - Memerangi bahaya peredaran narkoba di hotel-hotel dan restoran, maka akhir tahun ini akan ditebar polisi pariwisata di beberapa tempat untuk menangkal narkoba di Gorontalo.

Hidayat Mopili, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gorontalo mengatakan, akan dibentuk sebuah forum khusus kepolisian pariwisata.

"Supaya kita mudah mengendus, bergerak cepat dan menindak bila dicurigai adanya narkoba di hotel-hotel dan restoran," ujarnya kepada tribungorontalo, di lantai empat Hotel Maqna, Selasa (4/12/2012).

Karena itu, teknisnya nanti akan juga berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional Gorontalo, agar memudahkan dilapangan nanti.

"Pihak hotel dan restoran sudah sangat setuju bila diajak kooperatif dalam melawan perang narkoba," kata Hidayat.

Sejauh ini berdasarkan data yang tersimpan di PHRI Gorontalo, jumlah hotel-hotel dan restoran di Gorontalo bertumbuh pesat dengan capaian total anggota sebanyak 167.

"Rawan sekali jadi penyebaran narkoba. Makanya kita harus waspada, jangan sampai dikenal sebagai daerah rawan narkoba," ungkap Hidayat.

Kepala Bidang Pencegahan BNN Gorontalo, Hasan Sibuea, menjelaskan, pihaknya siap bersedia bekerjasama bersama pihak hotel dan restoran dalam mencegah bahaya narkoba.

"Yang penting pemilik hotel dan restoran mau diajak kerja sama. Mau diawasi, dan dimintai keterangan bila ada indikasi dugaan pidana narkoba," ungkapnya.

Berdasarkan data yang dihimpun dari tim pemberantasan narkoba BNN Gorontalo, tempat hotel itu sebagai lokasi mayoritas penyebaran, transaksi dan penggunaan narkoba.

Dari data tahun 2012 ini, sudah ada 8 tersangka yang diseret kemeja hukum soal pidana narkoba. Masing-masing empat tersangka pengedar dan empat lainnya itu pengedar narkoba yang sekarang tinggal menunggu keputusan dari pengadilan.

Melihat kasus tersebut, AKBP Mahsar Torada, Kepala Bidang Pemberantasan BNN Gorontalo mengungkapkan, semua kasus yang tertangkap itu ada di lokasi perhotelan.

"Yang kami temukan 99 persen pengguna dan transaksi narkoba itu ada di hotel," urainya.

Karena itu, pihaknya bersama jajaran kepolisian, TNI dan Satpol PP secara intens akan melakukan operasi terpadu di beberapa lokasi rawan narkoba hotel-hotel, tempat hiburan dan restoran.

"Razia secara terang-terangan juga lewat operasi intelejen, ditempat-tempat yang rawan dan dicurigai sarang narkoba," ungkap Torada.

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved