Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pemilukada Minahasa

Budaya Minahasa, Identitas yang Harus Terjaga

Karenanya, untuk bisa menangkal arus negatif dari modernisasi.

Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado Lucky Kawengian

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO – Calon Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Careig Naichel Runtu (CNR) – Denny Jhonlie Tombeng (DJT) menegaskan, keduanya berkomitmen untuk menjaga kerukunan beragama dan menguatkan budaya lokal di kalangan generasi muda Minahasa.

CNR mengatakan, dua hal tersebut sampai saat ini selalu terjaga di Minahasa, dan itu yang membuat Minahasa berbeda dengan daerah lainnya. Hanya saja, arus modernisasi dan digitalisasi yang besar pengaruhnya terhadap generasi muda, akan mengincar keutuhan dua hal tersebut ditengah-tengah masyarakat Minahasa.

“Karenanya, untuk bisa menangkal arus negatif dari modernisasi dan digitalisasi ini, perlu untuk menciptakan pemahaman dan pendidikan berbasis mental spiritual dan budaya lokal. Generasi muda harus memahami, bahwa
selama ini Minahasa bisa terjaga, karena kuatnya kesadaran bersama untuk menjaga keberagaman dan kerukunan beragama, serta kuatnya budaya lokal,” kata Careig, usai debat kandidat kedua di Sekolah Tinggi Alkitab Raranon,
Langowan Barat, Minggu (2/12/2012).

Penguatan terhadap budaya lokal dengan prinsip Sitou Timou Tumou Tou, Mapalus dan slogan torang samua basudara, juga menjadi modal dalam menjaga keberlangsungan pembangunan di Minahasa. Pembangunan selama ini menurut CNR, telah mengaplikasikan landasan filosofis dari prinsip budaya lokal tersebut, sehingga Minahasa menjadi daerah yang terjaga dari konflik.

“Penguatan kesadaran terhadap hal tersebut, akan menjadi modal menjalankan pembangunan yang terarah dan berkarakter. Karenanya sebagai pemimpin nantinya, bila kedua hal itu terus terhaga baik, maka akan menjadi
penyumbang lancarnya pembangunan di berbagai bidang,” tambahnya.

Karena itu bagi Careig, sudah menjadi misi bagi dia dan Denny untuk menjaga kerukunan beragama dan budaya lokal. Penting juga hal itu untuk diajarkan kepada generasi muda saat ini, agar mereka dapat meneruskan pembangunan Minahasa yang berkarakter dan berbasis budaya lokal.

“Jangan sampai generasi muda kita nantinya kehilangan identitas daerah, sehingga tidak lagi memiliki kebanggan sebagai orang Minahasa,’ tandasnya.

Hal senada dikatakan DJT. Menurutnya, jika itu semua terus terjaga maka pembangunan di Minahasa akan memiliki karakter yang kuat dan baik. Pariwisata yang menjadi salah satu sektor unggulan dari pasangan nomor tiga ini, akan terlihat lebih berbudaya dan akan menarik minat berbagi pihak untuk pengembangannya di Minahasa.

“Pembangunan sektor pariwisata di Minahasa nantinya akan terbalut budaya lokal, yang menghargai ekosistem, kesenian dan budaya Minahasa, sehingga identitas tetap terjaga. Ini juga yang akan membuat Minahasa terdepan dan
terkenal di Sulawesi Utara hingga nasional, dengan pembangunan berkarakter, budaya yang kuat dalam sektor pariwisata,” kata DJT.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved