Lingkungan
Olive Minta BKSDA Libatkan Pencinta Alam
Ratusan orang yang tergabung dalam pencinta dan penggiat alam, mengikuti pelaksanaan temu kangen pencinta
Editor:
Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado Christian Wayongkere
TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Ratusan orang yang tergabung dalam pencinta
dan penggiat alam, mengikuti pelaksanaan temu kangen pencinta dan penggiat alam bebas yang dilaksanakan di Taman Wisata Alam Batuputih
Sabtu hingga Minggu pekan lalu dengan sukses.
"Dari catatan kami ada sekitar 305 peserta dari berbagai macam organisasi pencinta dan penggiat alam bebas di Sulut yang ikut kegiatan ini," kata Fanny Luntungan ketua Forum komunikasi pencinta alam (FKPA) Sulut, Minggu (2/12).
Dalam temu kangen tersebut dilaksanakan ibadah pra Natal, diskusi pencinta alam, evaluasi program FKPA , advokasi lingkungan dari Berty Pesik, pemaparan Bank Sampah dari Dinas kebersihan Kota Bitung ditutup dengan pemaparan soal Kawasan Konservasi Sumber daya Alam oleh Kepala BKSDA Sulut Ir Sudyono. "Semoga ini menjadi format pertemuan dari FKPA sebab dengan begini akan ada banyak pengetahuan yang didaptkan para pencinta alam dan Pengiat alam Bebas," tuturnya.
Sementara itu dalam pembahasan mengenai Bank Sampah para pencinta alam memberikan usulan untuk diadakannya Plast Tax untuk konsumen plastik di Sulawesi Utara kemudian memanfaatkan media Informasi dan telekomunikasi untuk sosialiasi pengangan Bank Sampah. "Kami baru sekarang mengetahui jika keuntungan di Bank Sampah Bitung sudah mencapai Rp 20 juta dan hal ini yang harus diungkapkan kepada warga sulut agar sampah tidak dimusuhi lagi," kata Angky satu diantara peserta.
Selain itu pada temu kangen tersebut terungkap, sebenarnya ada banyak tugas dan Pokok dari BKSDA yang melibatkan mitra kerja dari pencinta alam. "Selama ini kami baru tau jika salah satu tugas pokok dari BKSDA adalah membekali generasi muda pencinta alam dan kami selama ini tidak pernah dilibatkan semoga dengan pertemuan ini, pihak BKSDA bisa mempergunakan kami sebagai mitra kerja untuk pelestarian Lingkungan,” kata Olivia Moniaga bendaharan FKPA.
Menanggapi itu kepala BKSDA Sulut Ir Sudiyono berjanji akan terus melakukan koordinasi dengan pihak pencinta alam dan dapat dilibatkan dalam semua kegiatan dari BKSDA. "Kalau memang bisa kita akan mempermuda pencinta alam untuk masuk dalam kawasan konservasi meski banyak sekali batasan mengenai Penghasilan Negara bukan pajak," katanya sembari berjanji akan memberikan kesempatan kepada warga pencinta alam untuk mengikuti kursus kader konservasi.(crz)