Tanah Longsor
Rumah Steven Rata Tanah
Dua rumah di desa Suluun Dua kecamatan Tareran terkena longsor, Rabu (28/11).
TRIBUNMANADO.CO.ID,AMURANG - Dua rumah di desa Suluun Dua kecamatan Tareran terkena longsor, Rabu (28/11).
Dua rumah tersebut milik keluarga Rau-Lintong dan keluarga Dotulong Rapar, namun kondisi paling parah dialami oleh rumah keluarga Rau- Lintong yang rata tanah tertimbun tanah longsor.
Beruntung tidak ada korban jiwa saat longsor terjadi, hanya kerugian material saja yang diderita, hingga puluhan juta rupiah.
Steven Rau pemilik rumah yang rata tanah mengatakan, dirinya hampir saja menjadi korban longsor."Saat kejadian, saya berada di rumah sendirian, jaga kios, dan pas tanah longsor saya sedang duduk-duduk di kamar, dan memang di luar hujan deras," jelasnya.
Tiba-tiba didengarnya suara gemuruh dari belakang rumah."Suaranya keras sekali, rumah kemudian roboh, dan saya tertimpa rumah dan terjepit, sebab tidak sempat menyelamatkan diri, soalnya kejadian cepat," jelasnya.
Ia menambahkan, setengah dari tubuhnya sudah tertimbun tanah."Sampai di kaki tertimbun tanah, setelah itu, saya berteriak minta tolong warga, dan mereka yang keluarkan saya dari runtuhan rumah dan timbunan tanah," katanya.
Tak disangkanya, rumah papan yang ditempatinya bersama istri dan dua orang anaknya selama sepuluh tahun, rata tanah dalam sehari."Baru kali ini terjadi seperti ini," jelasnya.
Kerugian yang dialaminya, diperkirakan sekitar Rp 50 jutaan."Hewan peliharaan saya ayam dan anjing tertimbun tanah, bahan jualan, juga motor saja tertimpa rumah," kata dia.
Untuk sementara, ia dan keluarganya akan tinggal di rumah orang tua mantu, yang berada tidak jauh dari rumahnya.
Bantuan pun terus berdatangan, baik dari badan penanggulangan bencana daerah, maupun Dinsosnakertrans."Ya kami sudah dapat bantuan," jelasnya