Pertanian
Petani Pantura Minta Perbanyak Pos Tani
Para petani yang berada di sebagian wilayah pesisir pantura Bolaang Mongondow mengusulkan adanya pos tani di beberapa tempat
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Para petani yang berada di sebagian wilayah pesisir pantai utara (pantura) Bolaang Mongondow (Bolmong) mengusulkan adanya pos tani di beberapa tempat. Pos tersebut melayani pera petani yang mengalami masalah dalam kegiatan usahanya.
Demikian anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bolmong asal daerah pemilihan pantura Yusra Alhabsyi utarakan, Rabu (28/11/2012). Kata dia, keinginan para petani untuk mendirikan pos tani tersebut disampaikan pada saat pertemuan dengan 30 kelompok tani dari 13 desa dari Kecamatan Bolaang dan Bolaang Timur.
"Pos tani tersebut untuk menyiasati tenaga penyuluh yang kurang. Jadi, para petani bisa datangi pos tersebut bila membutuhkan saran dari penyuluh. Atau, bisa juga dalam jangka waktu tertentu petani dan penyuluh mengadakan pertemuan di tempat tersebut. Konsepnya seperti pos kesehatan," ujar Yusra di Kantor DPRD Bolmong.
Dia berharap usulan para petani bisa terakomodir pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Bolmong pada tahun 2013. Menurutnya, usulan tersebut sangat strategis untuk membantu para petani. "Selain tenaga penyuluh yang terbatas, para penyuluh tersebut juga terkendala dengan alat penunjang," kata dia menambahkan.
Yusra mengatakan, dalam pertemuan tersebut juga, para petani pantura berencana akan membuat asosiasi petani. Asosiasi petani tersebut diharapkan bisa membantu mereka dalam proses usaha mereka, mulai dari persiapan menanam sampai pasca tanam. Dengan asosiasi tersebut pula, para petani bisa terlindungi.
Terpisah, Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Bolmong Channy Wajong, pengadaan pos tani sudah mulai dipersiapkan. "Jumlahnya secara bertahap akan ditingkatkan yang akhirnya semua desa sudah ada pos penyuluhan desa," kata Channy.
Tahun ini, lanjut dia, Kabupaten Bolmong sudah menargetkan bisa mendirikan pos tani tersebut di 12 desa. Namun dia mengakui baru bisa tereaslisasi tiga pos. "Insya Allah bisa terealisasi, sehingga semua kegiatan-kegiatan sub sektor bisa dibedah di pos penyuluhan desa yang tidak terjangkau oleh penyuluh," kata dia.