Transportasi
Jalur Ojek yang Bikin Kita Bilang Wow
Terdengar kabar akan ada perbaikan jalan di kawasan ini.
Jika sebelumnya Kompas.com mengulas artikel tentang "tarif ojek termahal di Indonesia ada di Luwu Utara", hal itu tak lain karena buruknya medan yang harus dilalui dari Ibu Kota kabupaten di Kecamatan Masamba hingga ke wilayah pelosok Kecamatan Rampi dan Kecamatan Seko yang terletak di Pegunungan Kambuno.
Warga harus membayar tarif ojek sebesar Rp 600.000 hingga Rp 800.000 per satu kali jalan, dengan jarak tempuh paling cepat 10 jam. Itupun jika kondisi cuaca baik. Namun, jika hujan turun maka warga harus menginap di perjalanan yang dikelilingi hutan belantara.
Menanggapi banyaknya kritikan terkait buruknya kondisi jalan itulah, Sabtu (24/11/2012) lalu, rombongan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Luwu Utara yang membahas APBD 2013 melakukan peninjauan jalan poros Kecamatan Rampi Kabupaten Luwu Utara. "Kami tinjau jalan poros dengan ojek meskipun kondisi jalanan becek dan licin, ini sudah menjadi tanggungjawab moral untuk turun langsung meninjau kondisi jalan tersebut agar mendapat perhatian khusus sehingga jalanan tersebut dapat dilalui masyarakat dengan mudah dan dan nyaman," kata Endang Sri Hartati, anggota DPRD Luwu Utara.
Saat akan berangkat bersama rombnongan banggar, Endang menambahkan, pembangunan jalan rabat beton poros Rampi harus berkelanjutan agar akses jalan masyarakat dapat terpenuhi. "Kami sangat apresiasi atas apa yang dilakukan masyarakat, berswadaya dan bergotong royong secara kontiyu membenahi jalan poros yang rusak dititik-titik yang belum tersentuh rabat beton sehingga memotivasi kami untuk tetap intens meninjau kondisi jalan poros tersebut," tambah Endang.
Rampi merupakan salah satu kecamatan terisolasi di Kabupaten Luwu Utara, selain Kecamatan Seko dan Limbong yang berada di dataran pegunungan dengan ketinggian 1635 meter dari permukaan air laut dengan jarak 84 kilometer dengan pusat Pemerintahan Kabupaten Luwu Utara, Masamba. Untuk menuju ke lokasi ini hanya dapat dilalui dengan kendaran ojek melintasi jalan lereng Gunung Baliase.
Tukang Ojek Rampi, bukanlah tukang ojek seperti biasa di tempat lain. Profesi tukang ojek ini membutuhkan keahlian tersendiri dalam mengemudikan kendaraannya. Selain itu dibutuhkan juga stamina dan kondisi motor yang prima. Motor yang digunakanpun sudah dimodifikasi sedemikian rupa untuk jelajahi pegunungan (off the road). Gear depan dan belakang sudah tidak sesuai lagi standarnya, gear depan rata-rata menggunakan diameter 8-10 sementara belakang diameter 45-50 agar dapat mendaki gunung dan melintasi medan yang ekstrim sepanjang lereng gunung yang terjal.