Breaking News:

Harga Kopra

Petani Jangan Terlalu bergantung di Kopra

Kadis Perindag Sulut, Sanny Parengkuan menungkapkan sebuah ironi tentang kelapa

Penulis: Ryo_Noor | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kadis Perindag Sulut, Sanny Parengkuan menungkapkan sebuah ironi tentang kelapa. Meski berjuluk Tree of Life atau pohon kehidupan, justru petani mengeluhkan harga.

Persoalannya kata Parengkuan, petani hanya fokus pada pengelolaan kopra sebagai hasil akhir produk, sementara produk minyak mengikuti mekanisme pasar sehingga cenderrung berfluktuasi. "Ada kalanya tinggi, pada waktunyya pun rendah. Pemerintah tak bisa mengintervensi harga karena mengikuti mekanisme pasar," ujarnya.

Solusinya kata Parengkuan, pengelolaan Kelapa jangan hanya kopra saja. Semua bagiannyya bisa dimanfaatkan seperti sabut, tempurung, dan airnya.

"Kepala identik kopra, padahal, air sabut tempurung, bisa dimanfaatkan, dan pasarnya luas," ujarnya.

Di Filipina yang juga penghasil produk kelapa kata Parengkuan pengelolaannya terpadu, sekali jalan produk santan, tepung, air, dan minyak sudah punya nilai tambah.

Daerah Riau, kata Parengkuan sudah menerapkan produi produk kelapa yang punya nilai tambah yakni air "Misalnya Produk minuman air kelapa dari Riau, bahkan mereka sudah pasang iklan, pemasarannya di Indonesia. Kita disini airrnya cuma dibuang-buang, tak dikelola," ucapnya.

Disperindag pun tak berpangku tangan untuk pengembangan itu, menurut Parengkuan pernah ada program pembinaan produk seperti nata de coco, dan sabut kelapa.

Selain itu kata Parengkuan, pengelolaan kopra petani di Sulut tergolong kelas dua, karena hanya mengandalkan kopra gudang. Di negara tetangga, produk kopra punya nilai tambah dengan mengelola kopra putih yang harganya lebih tinggi. "Memang untuk kopra putih investtasinya memerlukan tungku. Kita sudah pernah siapkan beberapa, tapi apa semua harusnya pemerintah," ujarnya.

Parengkuan mengungkapkan, yang jadi persoalan adalah mengubah mindset petani, agar jangan tergantung pada produk kopra.  (ryo)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved