Pertanian
Komisi II Tolak Pemesanan 11 Ribu Bibit Durian Montong
Dinas Pertanian dan Perkebunan Sulut harus gigit jari.
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Dinas Pertanian dan Perkebunan Sulut harus gigit jari. Saat pembahasan Rencana Kerja Anggaran (RKA) untuk APBD 2013, usulannya ditolak mentah-mentah Komisi II DPRD Sulut, Kamis (22/11/2012) di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sulutam
Dinas Pertanian dan Perkebunan Sulut tak dikoordinasi oleh kepala dinasnya karena sedang tugas luar hanya dipimpin oleh sekretaris dinas, Karla Dapu. Dinas ini mengusulkan pembelian bibit durian montong dengan jumlah 11 ribu bibit untuk dibagikan pada para petani dengan jumlah anggaran Rp 75 juta.
Menurut Karla pemesanan bibit tersebut karena di Sulut tak tersedia bibit durian yang bisa dikembangkan. Durian montong yang telah dikenal diduga akan bisa menambah pemasukan bagi para petani Sulut.
Namun usulan tersebut ditolak, Andrei Angouw mengaku durian lokal justru memiliki rasa yang lebih enak dan bisa juga dikembangkan. Menurutnya perlu dikaji ulang rencana ini. "Jangan sampai durian lokal justru menghilang dari pasaran dan kalah dengan durian montong," ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Ketua Komisi II DPRD Sulut Steven Kandou. Menurutnya durian lokal seperti berasal dari Desa Tangkuney Minsel,minute ada juga dari Minut memiliki cita rasa yang lebih enak. Ia juga khawatir bila bibit durian montong membanjiri wilayah Sulut, durian lokal akan kalah pamor dan punah.
"Kenapa tidak diberdayakan para petani agar melakukan pembibitan durian lokal kemudian durian tersebut bisa dibagikan pada petani lain. Dengan cara ini sekalian memberdayakan petani juga meningkatkan pendapatan mereka karena anggaran untuk beli bibit bisa masuk ke petani," jelasnya. Akhirnya anggaran Rp 75 juta itu menurut Kandou bukan hanya untuk pembelian bibit durian montong namun berbagai bibit lain, aneka ragam buah-buahan yang nantinya bisa meningkatkan kesejahteraan para petani.