Liburan
Libur Panjang, Pengunjung di Citraland Membludak
Ribuan orang memadati tempat wisata tersebut sejak pagi sampai dengan sore hari dipenuhi oleh warga yang datang bersama sanak-keluarga
Penulis: | Editor:
HARI libur dalam rangka tahun baru Islam 1 Muharam 1434 Hijriah rupanya tidak disia-siakan oleh warga Manado dan sekitarnya. Mereka datang ke tempat-tempat wisata disekitar ibukota provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (15/11/2012).
Hal ini seperti terlihat di Waterpark Citraland, Pantai Malalayang dan Mangga Tasik. Ribuan orang memadati tempat wisata tersebut sejak pagi sampai dengan sore hari dipenuhi oleh warga yang datang bersama sanak-keluarga mereka.
Mereka asyik bermain, bercanda gembira menggunakan fasilitas yang disediakan oleh tempat wisata tersebut. Seperti Poppy pengunjung Waterpark Citraland Manado, yang datang bersama kedua anak dan suami tercinta. Warga Bitung ini mengaku sengaja datang mengajak anaknya agar mereka bisa bermain di permainan air yang ada ditempat wisaya tersebut. "Kalau bermain di Water Park ini lebih aman, dibandingkan saya bawa ke pantai. Lagian anak saya juga senang berada di tempat ini," katanya.
Jika hari libur seperti sekarang ini, ia bersama anak-anaknya memang biasa mengunjungi tempat wisata. "Refresing sedikitlah, biar tidak terlalu jenuh dengan pekerjaan," tuturnya.
Manager Waterpark Citraland Manado Isye Ruth Angganetha Lolowang mengungkapkan pengunjung dihari libur seperti sekarang ini bisa mencapai 1500 orang lebih, dengan tiket masuk Rp 35.000 pengunjung bisa menikmati fasilitas bermain air di tempat tersebut.
Sedangkan kalau bukan hari libur, pengunjung yang datang sekitar 200-500 orang. Pengunjung yang datang biasanya berasal dari Manado, Bitung, Tomohon, Tondano serta kabupaten dan kota lain yang ada di Sulut.
Sedangkan di Pantai Mangga Tasik yang terletak di Tanawangko pengunjung yang datang tidak kalah banyaknya. Dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun bus yang sengaja disewanya. di Pantai Mangga Tasik daerah pantainya digunakan pengunjung untuk bermain bola kaki maupun voli. Namun adapula yang berenang.
Para pengunjung umumnya membawa makanan sendiri dari rumah, ataupun membeli makanan di warung-warung yang menjajakan makanan seperti berbagai gorengan maupun kopi.
Di Pantai Malalayang pengunjung yang datang memanfaatkannya dengan mandi di pantai maupun hanya duduk-duduk di sabua-sabua tempat warga sekitar menjajakan makanan dan kopi. Karena jaraknya yang relatif dekat dengan pusat kota Manado, pengunjung yang datang ke tempat wisata tersebut ada yang menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua. Kendaraan mereka di parkir di pinggir jalan Trans Sulawesi.
Banyaknya warga yang datang ke tempat tersebut menyebabkan arus lalulintas di jalan tersebut sedikit tersendat.
Melani warga Mapanget mengungkapkan datang ke Pantai Malalayang karena tempat wisata tersebut masih di sekitar Manado, serta memiliki pemandangan yang indah. "Pantai Malalayang tempat wisata yang murah meriah. Saya datang bersama keluarga," tuturnya.