Kecelakaan Lalu Lintas

Sebuah Truk Terjun Bebas di Jurang Pantai Malalayang

Seperti kapal kandas.

Laporan Wartawan Tribun Manado Arthur Rompis

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sebuah truk berwarna merah yang memuat beras dan semen jatuh di Pantai Malalayang pada lokasi yang tak jauh dengan SPBU Malalayang, Rabu (14/11/2012) pukul 17.15 Wita

Keesokan harinya, truk itu masih berada di tempat jatuhnya. Jatuh di pinggir laut dengan posisi terbalik, truk itu remuk bagian atasnya hingga menyita perhatian dari pengguna kendaraan yang kebetulan lewat.

"Seperti kapal kandas," kata Allan, warga Sario yang ditemui Tribun Manado di lokasi, Kamis (15/11/2012).

Layaknya Wartawan, pria berkulit putih ini sibuk bertanya - tanya tentang penyebab kecelakaan pada warga sekitar.

Puas bertanya, ia pun menjepret truk itu berkali - kali dengan kamera yang ada pada ponselnya. "Ini unik," katanya.

Bukan hanya Allan, puluhan pengguna jalan lainnya yang singgah di lokasi jatuhnya mobil pun melakukan hal yang sama.

Itu membuat Maikel, saksi mata yang tinggal dekat situ kerepotan menjawab. Kepada Tribun, Maikel menyatakan, kejadian itu bermula dari datangnya truk dari jalan arah Perumahan Griya menuju Jalan Trans Sulawesi.

Pada jalan yang menurun itu, mendadak truk itu tak terkendali jalannya. Di belakang kemudi tampak pengemudinya, Ony Kawengian (35) warga Bitung susah payah menginjak pedal rem. 'Sambil berdiri, ia coba menginjak rem, tapi tak berhasil" katanya.

Segera kendaraan itu menerobos jalan. Sempat menyerempet sebuah mini bus, truk berukuran sedang itu kemudian terjun bebas ke pantai yang berjarak sekitar empat meter dari jalan.

Sesaat sebelum truk itu jatuh, ia sempat melihat pengemudi serta keneknya lompat dari mobil. Segera, keduanya dibantu oleh warga sekitar.

Sempat dirawat di salah satu rumah warga, Oni serta rekannya akhirnya dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

"Sopirnya mengalami luka di pelipis mata kiri dan sejumlah luka memar di bagian kepala dan harus, sedang keneknya tidak mengalami luka serius," katanya.

Tak lama di rumah sakit, keduanya pun diizinkan pulang.

Jeyner, warga sekitar menyatakan, lepas dari kelalaian pengemudinya, namun kejadian ini seharusnya menjadi warning bagi pemerintah untuk segera membangun media pembatas jalan yang representatif. "Selama ini banyak pembatas jalan yang rusak," tunjuknya pada patok yang kusam dan hampir roboh di sisi jalan.

Pantauan tribun, hingga pukul 15.00 Wita, bangkai mobil itu belum juga diangkat. Lalu lintas pun macet kerena yang menonton semakin banyak.

Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Robertus_Rimawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved