Gaya Hidup
Ini 6 Tanda si Narsistis
Pasangan perlu menjaga mood tetap baik untuk memiliki hubungan yang sehat.
Hubungan yang sehat ini menjadi idaman pasangan, lantas apa yang terjadi jika pasangan Anda adalah sosok narsistis? Narsistis merupakan istilah klinis yang berkaitan dengan sifat egois. Susan Heitler, PhD, psikolog klinis dari Harvard mengatakan, orang yang narsistis hanya mengedepankan keinginannya, cenderung tidak memedulikan apa yang diinginkan orang lain.
Sebaiknya kenali tanda si narsistis agar Anda dan dia tetap bisa menjaga mood selalu positif. Jika mood positif, kemampuan untuk mendengarkan dan menunjukkan kasih sayang juga bisa muncul dengan sendirinya.
1. Tak peduli perasaan, keinginan atau pikiran Anda.
Apa
yang diinginkannya, dirasakannya, dipikirkannya, diyakininya, adalah
yang terpenting untuknya. Artinya si dia tidak menaruh perhatian
(apalagi dengan serius) pada apa yang Anda ungkapkan mengenai keinginan
dan pikiran Anda terhadap sesuatu. Apalagi jika Anda memiliki pandangan
yang bertolak belakang dengannya, jangan harap dia akan mendengarkan.
Alih-alih menerima apa yang orang lain katakan, orang narsistis akan
selalu mementahkan ide atau pendapat orang lain dan hanya mau
mendengarkan dirinya sendiri.
2. Selalu tentang saya.
Cirinya,
si dia selalu saja mendominasi percakapan. Dia merasa paling tahu
segalanya, selalu benar, dan tak berhenti bicara tanpa memberikan
kesempatan pada orang lain untuk mengutarakan pendapatnya. "Kadang orang
narsistis itu murah hati. Tapi masalah mulai muncul ketika keinginan
mereka bersebrangan dengan keinginan Anda, karena semuanya harus tentang
mereka, keinginan dan kebutuhannya bukan Anda," jelas Heitler.
3. Tak mau diatur.
Aturan
hanya berlaku untuk orang lain bukan orang narsistis. Jadi mereka
merasa boleh saja berselingkuh, menyerobot di antrian, melakukan apa pun
yang diinginkan tak peduli aturan main bahkan etiket yang ada. Menurut
Heitler orang narsistis merasa dirinya lebih spesial, lebih dari yang
lainnya, jadi aturan tak berlaku untuknya.
4. Tak mau dengar masalah Anda.
Si
dia merasa tersinggung jika Anda memaksanya untuk mendengarkan masalah
atau keluh kesah Anda. Ketika Anda hanya membutuhkan teman curhat,
baginya semua yang Anda ungkapkan adalah kritikan terhadapnya. Jadi
jangan heran ketika dia justru akan "menyerang" alih-alih mendengarkan
keluh kesah Anda. Jangan mengharapkan simpati apalagi dukungan darinya
ketika Anda mengungkapkan kegelisahan atau kesedihan, serta emosi
lainnya. Karena si dia tak ingin perhatian beralih darinya kepada Anda,
sehingga hal ini membuatnya bersikap seakan tak punya belas kasihan
terhadap Anda.
5. Menyalahkan Anda.
Ketika
Anda dan dia mengalami sesuatu hal yang tak sesuai harapan atau rencana,
si dia akan langsung menyalahkan Anda atas semua yang terjadi. Si dia
tak mau bertanggungjawab atas apa yang terjadi, dan jangan berharap si
dia akan meminta maaf.
6. Dia marah, itu salah Anda.
Ketika
dia marah karena sesuatu hal, dengan mudahnya si dia akan menunjuk Anda
sebagai pemicu emosinya. Kata-kata seperti, "Kamu bikin aku marah. Aku
marah karena kamu....!" Menyalahkan orang lain menjadi cara bagi si
narsistis untuk menjaga harga dirinya.
Menurut Heitler, narsistis bisa terjadi pada siapa saja. Jadi perhatikan juga apakah Anda memiliki ciri-ciri seperti ini. Jangan-jangan, bukan hanya si dia yang narsistis, Anda pun demikian. "Narsisme pada dasarnya pola kebiasaan, dan kebiasaan bisa berubah," jelasnya.
Lalu bagaimana jika di balik semua hal yang tak menyenangkan dari si dia yang narsistis, Anda benar-benar mencintainya? Heitler menyarankan, jangan mudah panik menghadapi si narsistis. Bersikaplah lebih tenang, jangan mudah terbawa emosi terhadapnya, dan berikan waktu untuknya menenangkan diri saat ia marah.