Tomohon
Sumur Bor Lebih Baik dari PDAM
Kendati sudah melakukan perbaikan hingga penambahan jaringan dengan menggelontorkan dana miliaran rupiah
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado
Warstef Abisada
TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON— Kendati sudah melakukan perbaikan
hingga penambahan jaringan dengan menggelontorkan dana miliaran rupiah, namun Perusahaan
Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tomohon, belum juga mampu menepati janjinya untuk memberikan
pelayanan memadai bagi warga untuk mendapatkan air bersih selama 1x24 jam.
Di sejumlah
wilayah Kota Tomohon, warga mengaku krisis atau kesulitan mendapatkan air
bersih, akibat sering ngadatnya air
yang disupply oleh PDAM. Bahkan, mereka menilai fasilitas sumur bor yang
dibiayai sendiri oleh mereka untuk mendapatkan air bersih, masih lebih baik
ketimbang PDAM yang memanfaatkan dana besar untuk membangun jaringan air.
“Sebagai warga
saya sangat prihatin dengan pelayanan yang diberikan PDAM Kota Tomohon, sebab
meski diwilayah kami sudah memiliki jaringan, tapi airnya lebih banyak mati
(tidak berjalan), ketimbang dinikmati warga,” ujar Christ, warga Kelurahan
Kinilow Kecamatan Tomohon Utara, Minggu (11/11).
Ia mengungkapkan
tidak tahu lagi apa alasan PDAM, hingga air bersih tak kunjung dinikmati dengan
optimal oleh warga Tomohon, sebab berkali-kali hanya dijanjikan saja, tanpa ada
realisasi penuh. “Kalau dulu alasan PDAM hingga airnya belum berjalan lancar,
karena masih pembenahan jaringan. Tapi, sekarang tidak tahu karena jaringan tak
pernah selesai dibenahi, bisa saja karena debit air menurun, kendati hujan
terus mengguyur daerah ini,” sesalnya.
Di
wilayahnya, menurut Christ terpaksa harus mencari air ke tempat lain yang
memiliki ketersediaan air lebih, karena memiliki sumur. “Warga disini, kadang
harus meminta bantuan warga lain yang memiliki sumur atau harus pergi ke sumber
mata air untuk mendapatkan air bersih. Kalau hanya mengharapkan PDAM, sangat
sulit, sebab kelihatannya mereka hanya rajin jika melakukan penagihan rekening
tunggakan, tapi saat warga kesulitan air sangat jarang diperhatikan dengan
optimal,” katanya, sembari berharap ada perhatian serius pemerintah untuk
mengatasi kesulitan warga ini.
Paulus
Sembel, Ketua Komisi A DPRD Kota Tomohon mengatakan di wilayahnya persoalan
yang sama juga dihadapi warga, yakni kesulitan mendapatkan air bersih, karena
air yang didistribusi lewat jaringan PDAM sering ngadat. “Kalau dilihat,
mungkin sumur bor masih lebih baik dari PDAM, karena air yang didapat selalu lancar
dan berkelimpahan, tidak ngadat,” tuturnya.
Sembel
berharap ada perhatian serius pemerintah dan juga PDAM, mengingat air bersih
menjadi satu kebutuhan yang sangat diperlukan oleh seluruh warga di daerah ini.
“Jika air bersih tak tersedia memadai di daerah ini, maka bayangkan saja apa
yang akan terjadi. Jadi, perlu ada kepedulian pemerintah terhadap kesulitan
yang dihadapi warga, jangan biarkan kondisi ini terus dihadapi warga,” kata
Sembel.
Jimmy Eman,
Wali Kota Tomohon menegaskan pemerintah tetap akan berupaya optimal agar air
bersih dapat dinikmati warga setiap waktu. “Masalah air bersih menjadi
prioritas utama pemerintah. Kami akan mendorong agar pelayanan PDAM Kota
Tomohon lebih baik lagi, dalam menyediakan air bersih,” tegasnya.
Sebelumnya,
PDAM Kota Tomohon beralasan distribusi air bersih belum optimal karena masih
terus dilakukan perbaikan jaringan, dan penurunan debit air sekitar 50
persen di sumber mata air Limbaan juga Sasalak. Sehingga pelayanan
diberikan, dengan mendrop air bersih kepada warga menggunakan mobil tangki air.
(War)