Hobi
Melintas Manado-Gorontalo Tanpa Rasa Lelah
Kalau sudah menjadi hobi kegiatan tur sepeda apa saja pasti akan dinikmati tanpa merasa lelah sedikit pun
Penulis: Andrew_Pattymahu | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado, Andrew A Pattymahu
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-Kalau sudah menjadi hobi kegiatan tur sepeda apa saja pasti akan dinikmati tanpa merasa lelah sedikit pun. Rasa enjoy pun dirasakan oleh komunitas-komunitas sepeda. Selama hampir dua hari komunitas sepeda seperti Manado Cycling Mania (MCM), Bitung Cycling Mania (BCM), Manado Cycling Club (MCC), dan Jakarta Cycling Club (JCC), dan beberapa klub sepeda lainnya melintas perjalanan panjang dari Kota Manado ke Kota Gorontalo.
Total perjalanan yang ditempuh diantaranya Ferry Palar dan Dino Gobel ini sepanjang 408 kilometer. Buka perkara gampang khan. Tapi Jarak ini dirasa mereka sangatlah dekat karena sudah menjadi kebiasan atau hobi penyuka sepeda ini. "Saya tidak merasa lelah karena mungkin sudah menjadi hobi," ucap Ferry Palar, Ketua Harian MCM kepada Tribun Manado, Sabtu (10/11).
Diutarakannya sebelum memulai perjalanan mereka start dari kota Manado Jumat (9/11) kemudian sampai di Kota Gorontalo sekitar Sabtu (10/11) sore. Mereka pun membagi perjalan ini sebanyak empat etape. Etape pertama ini berada di Amurang (Kantor Bupati Minahasa Selatan), Etape kedua Aer Gale di Kecamatan Sinonsayang (Minsel), etape ketiga di Lolak (Kabupaten Bolaang Mongondow), dan etape keempat atau terakhir di Kangku.
Aksi mereka ini bukan tanpa alasan yakni untuk mendukung pengobatan di Klinik Estela, Rumah Sakit Prof Kandou yang khusus menangani anak-anak penderita kanker. Tur Manado-Gorontalo ini diberi tema 'Cycling for Estela'. Selain melintas kedua daerah yang terlampau jauh ini, pencinta sepeda ini juga ikut menggelar gala dinner. Sesampai di Gorontalo mereka menginap di Hotel Citra dan Paradise.
Palar menuturkan setiap perjalanan 50 kilometer mereka melakukan break atau dalam istilah balap sepeda disebut check point. Ia menceritakan sewaktu check point di Kantor Bupati Minsel komunitas ini hanya minum air putih dan makan buah-buahan.
Ia mengatakan hanya di siang hari saja perjalanan terasa lain, karena teriknya matahari kala itu sering membakar kulit mereka. "Tapi kami terus berpacu mengejar target waktu," ujarnya.
Palar menambahkan event-event tur ini akan terus dilakukan komunitasnya. "Ini sudah menjadi bagian dari diri kami, hobi bersepeda bisa menghilangkan stres saat pekerjaan kantor menumpuk ataupun masalah-malah lain di sekitar hidup bermasyrakat," ujarnya menuturp perbincangan. (andrewpattymahu)