Bitung
Suharto: Konstruksi Tidak Beres
Pelaksanaan proyek pembangunan pasar tradisional di Kelurahan Papusungan Kecamatan Lembeh selatan Bitung,
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG -
Pelaksanaan proyek pembangunan pasar
tradisional di Kelurahan Papusungan Kecamatan Lembeh selatan Bitung,
menuai keluhan dari warga masyarakat setempat. Kepada Tribun Manado
Suharto Lonto mengatakan satu dari dua paket pengerjaan pasar
tradisional terletak di lingkungan 3 tak tepat sasaran.
"Dari dua paket pengerjaan saya pikir hanya satu saja yang dibangun,
dana yang satunya lagi diprioritaskan untuk pembangunan tambatan perahu
yang ada di dermaga Papusungan," kata Lonto Kamis (8/11). Menurutnya
pembangunan pasar di Kelurahan Papusungan tidak terlalu mendesak dan
satu diantaranya bermasalah.
"Papan proyek baru pasang hari Rabu (7/11), dan konstruksinya tidak
beres. Bahkan saya sempat berdebat dengan pengawas proyek karena saya
mau mempertanyakan tidak beresnya pengerjaan proyek tersebut karena
merupakan hak kami sebagai warga mempertanyakan pengerjaan proyek
tersebut," tuturnya.
Dijelaskannya konstruksi pengerjaan pasar tradisional tidak beres karena
dari hasil amatan dan penelitiannya besi untuk tiang utama menggunakan
besi yang tidak sesuai ukuran. "Hanya empat ujung yang dipakai sangat
berbeda dengan pengerjaan yang dilakukan pada paket 1 yang menggunakan
12 besi," tuturnya. Selain itu kejanggalan yang ada pada pengerjaan
proyek tersebut adalah besaran besi yang dijadikan tiang rangka
"Besaran rangka tiang 15x12 pakai besi 10 selisih 8 cm dan size besi
sangat beda dengan yang ada di paket 1 yang besinya berdiameter 20x15
dan besi besi 12 cm," kata dia. Lanjutnya, pengecoran tiang dinilai
dilakukan setengah-setengah. "Pondasi yang diletakan tidak terlalu
dalam, kaki ayamnya diisi dengan coran kering seharusnya di cor basah,"
tandasnya.
Pembangunan pasar Tradisional di Kelurahan Papusungan ada dua paket.
Paket 2 bernilai Rp 3 27 juta dan paket 1 Rp 351 juta. Dimana sumber
dana dari dua proyek tersebut APBN-P tahun anggaran 2012.
Terpisah kepala Ferry Bororing kepala dinas perindustrian dan
perdagangan (disperindag) Bitung saat dimintai keterangannya soal
keluhan warga mengatakan telah memerintahkan tim teknis untuk turun
melakuykan pengecekan. "Karena pengerjaan pasar tersebut bersumber dari
dana kementrian perindustrian dan perdagangan," kata Bororing.
Menyangkut konstruksi yang dinilai tidak beras ditepis oleh Bororing,
karena menurutnya sudah sesuai standart.
"Untuk paket 1 lebih besar sedikit anggarannya ketimbang paket 2,"
tambahnya. Lanjut dia, pasar di Bitung yang bernaung dibawah disperindag
lebih dari satu jumlahnya. "Ada pasar Papusungan, Tandurusa dan Winenet
yang anggaranya bersumber dari pemerintah pusat," tandasnya.(crz)