Senin, 13 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Publik

Pasar Pondabo Boltim Berubah Jadi Lokasi 'Esek-esek'

Pasalnya pada malam hari ada warga yang datang ke lokasi tersebut.

Penulis: Alpen_Martinus | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado Aldi Ponge

TRIBUNMANADO.CO.ID,BOLTIM - Lima bulan sudah berlalu sejak diresmikan, namun pasar tradisional Pondabo yang terletak di Kecamatan Tutuyan, Bolaang Mongondow Timur (Boltim) hingga kini belum difungsikan.

Pantauan Tribun Manado, pasar yang berada lokasi hutan bakau di pantai Baret  di Tutuyan Tiga tampak semrawut, sampa disana-sini. Lapak-lapak penjualan pun telah rusak dihancurkan tangan-tangan tak bertanggujawab. Pondok-pondok penjualan berdiri rapuh. Namun terlihat jalan menunju pasar mulai dibangun.

Bangunan yang diresmikan oleh Bupati Boltim Sehan Landjar, pada 6 Juni 2012 ini menelan anggaran sebesar Rp 2.3 Miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) kini terkesan mubasir. Walaupun sempat ditempati para pedagang 3 minggu lamanya namun mereka memilih keluar karena pasar sepih pembeli.

Warga sekitar yang ditemui mengaku pasar yang berada 200 ratus meter dari pemukiman warga ini telah berubah status menjadi tempat esek-esek. Pasalnya pada malam hari ada warga yang datang ke lokasi tersebut. "Kadang kalau bangun malam ada anak-anak muda ke sana (pasar)," ujar Mariaty Damogala (39) warga setempat, Kamis (8/11/2012)

Mariaty mengatakan pasar tersebut sepi pembeli karena jalannya belum dibangun sehingga pembeli tak mau datang berbelanja di tempat itu. "Bentor (Becak motor) tak mau masuk karena jalannya tidak diaspal hanya tanah," katanya.

Hal lain diunkapkan oleh Sudin Modeong (43) warga Tutuyan lainnya.
Dia justru menyalakan pihak pemerintah yang menjadi penyebab sepihnya pembeli. Sudin menjelaskan penyebab pedagang memilih tak berjualan lagi karena dilarangnnya pedagang luar Tutuyan berjualan di lokasi pasar tersebut oleh oknum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Boltim.

Kepala Kantor Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Pasar, Boltim, Ampiran Mamonto saat dikonfirmasi membenarkan penyebabnya karena tak diijinkannya oleh oknum anggota DPRD Boltim bagi pedagan luar Tutuyan untuk berjualan di Pasar tersebut.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved