Selasa, 9 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pertanian

Meski Harga Anjlok, Petani Terpaksa Langsung Jual Kopra

Petani Kopra mengaku penjualan dengan harga anjlok merupakan beban tersendiri.

Tayang:
Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Susanty Otodu

TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Petani Kopra mengaku penjualan dengan harga anjlok merupakan beban tersendiri. Meski begitu petani tak bisa menahan kopranya untuk ditahan dan dijual pada saat harga naik.

Seperti Josep petani kelapa di Minahasa Utara (Minut) mengatakan ia harus menjual kopranya karena kebutuhan. Tidak hanya kebutuhan pribadinya, namun ia juga harus memenuhi pembayaran orang kerja. Mengingat orang kerja yang dibayarnya juga memiliki kebutuhannya masing-masing.

"Karena kita petani untuk membayar orang kerja, bukan pakai istilah gaji, tapi bagi dua. Kalau kita gaji, tidak tau mau dibayar berapa dengan kondisi harga seperti sekarang," ungkap Josep pada Tribun Manado, Kamis (8/11/2012).

Lanjut Josep, saat ini harga kopra miliknya jika dijual kepada pembeli dihargai Rp 3.800 per kilo gram. Itu hitungan jika kopra yang dijualnya baik, artinya kering seperti tafsiran pembeli. Tetapi jika kopranya dinilai masih agak basah, maka otomatis harga lebih dibawah.

Kondisi ini dinilai Josep, jika tidak ada upaya dari pemerintah secara otomatis petani kopra akan terpuruk. Komoditas andalan warga Sulawesi Utara yang dikenal dengan bumi nyiur, tidak bisa menjadi unggulan seperti dulu kala.

"Kita minta pemerintah bekerja, tidak hanya memandang sebelah mata. Kondisinya kopra merupakan andalan di wilayah ini, tapi harganya saat ini tidak bisa di andalkan untuk menghidupi petani," tambah Josep.

Pembeli kopra, Muslimah Kinanta membenarkan jika harga saat ini yang berlaku antara petani dan pembeli hanya dikisaran Rp 3.800 per kilo gram. Harga tersebut berlaku sejak Selasa (6/11) dari harga sebelumnya dikisaran Rp 4.000 per kilo gram.

"Untuk tiga bulan terakhir, harga selalu turun. Bahkan harga sudah tidak pernah mencapai Rp 4.500 per kilo gram. Sebelumnya harga hanya mencapai Rp 4.300, kemudian turun menjadi Rp 4.200, Rp 4.000 kemudian sekarang Rp 3.800 yang baru berlaku dua hari," ungkap Muslimah.

Untuk penyebab harga turun, Muslimah mengaku kurang mengetahui secara pasti. Sebab jika dilihat pasokan kopra saat ini biasa-biasa saja. Baik dalam keadaan harga kopra naik maupun harga kopra mengalami penurunan.

Ketika hal ini dikonfirmasikan kepada Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Rivono Dondokambey menanggapi dengan singkat. Ia  mengatakan akan segera mengkoordinasikan hal ini dengan kepala-kepala bidang. "Saya akan koordinasikan dulu dengan kepala-kepala bidang, sebab secara teknis mereka yang lebih paham dilapangan," katanya.

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved