Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Terorisme

Deklarasi RSN, Jadikan Sulut Bebas Teroris

Relawan Sulut Nyaman mengadakan deklarasi di Lapangan KONI Sario Manado.

Penulis: | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado David Manewus

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Relawan Sulut Nyaman mengadakan deklarasi di Lapangan KONI Sario Manado. Deklarasi itu dibacakan oleh pendeta Haezar Sumual dari Presidium RSN Kamis (8/11/2012)

Dalam deklarasi itu  RSN atas nama pemuda Sulawesi Utara menjunjung tinggi Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Karena itu, demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dibutuhkan komitmen dan perjuangan bersama seluruh komponen bangsa. Sulawesi Utara sebagai bagian yang tak terpisahkan dari NKRI yang berada di bibir pasifik harus dijaga, sehingga daerah ini tetap aman dan nyaman. "Pemuda sebagai agen perubahan, dalam semangat kebersamaan terpanggil untuk berperan aktif menjaga keutuhan bangsa sebagai wujud tanggungjawab moral anak bangsa,"kata Haezar

Karena itu, baca Haezar pemuda Sulut bersepakat untuk menjadikan Sulut bebas teroris. Mereka juga bertekad tidak menkonsumsi minuman beralkohol dengan terus mengkampanyekan Berenti Jo Bagate. Selain itu RSN menjadi pelopor tertib berlalu lintas. RSN mendeklarasi hal itu atas nama DPD KNPI Sulut, Pemuda GMIM, Remaja GMIM, Remaja Pemuda Pentakosta Sulawesi Utara, Pemuda GPDI Sulut, Remaja GPDI Sulut, Pemuda/Remaja KGPM, Pemuda Katolik Sulut, Pemuda Advent Kota Manado dan sekitarnya, Pemuda Gereja Betel Indonesia, PELSIS Sulut, FPLG, BKPRMI Sulut, Pemuda Khonghucu Sulut, Pemuda Hindu Sulut, Pemuda Budha Sulut, DPD GAMKI Sulut, DPD GSKI Sulut, GMKI, HMI Cabang Manado, PMKRI Sulut, PMII Sulut, GP Ansor Sulut, Pemuda Muhammadiyah Sulut, Ikatan Nyong dan Noni Sulut, Pelsis Sulut dan BEM Nusantara Sulut.

Kapolda Sulut Dicky Atotoy memberi apresiasi kegiatan ini karena membantu pemantapan program kepolisian. Apalagi menurut Atotoy Sulut terjepit dari berbagai arah. Ada daerah konflik seperti Mindanau, Poso, Maluku Utara, Kalimantan Timur dan Jawa. Konflik juga sudah mendekat karena masuk daerah Parigi. "Kegiatan ini baik karena dilaksanakan oleh pemuda lintas agama. Lalu lintas juga harus dperhatikan karena banyak kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh mabuk. Budayakan kembali lapor 1 x 24 jam,"ujarnya.

Masyarakat Sulut juga diminta harus mewaspadai pendatang. Menurut Atotoy, kadang-kadang teroris datang bukan dengan muka yang sanggar. Mereka datang dengaan senyum."Saya mengucapkan selamat ulang tahun kedua dari RSN,"tuturnya.

Senada dengan itu, Gubernur Sulut dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten 1 Pemprop Mecky Onibala mengatakan Sulut harus mewaspadai ancaman terorisme. Menurut Sarundajang itu menganggu persatuan dan kesatuan bangsa. Ia menginginkan adanya kenyamanan di Sulut. "Apalagi Sulut memiliki modal yang luar biasa dengan segala potensinya yang berdaya saing. Saya mengucapkan ulang tahu kedua dari RSN,"katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved