Kunjungan
Tiga Konsulat Kehormatan Latvia Sambangi Minsel
Minahasa Selatan disambagi oleh tiga orang konsulat kehormatan Republik Latvia di Indonesia, Senin (5/11).
Penulis: Alpen_Martinus | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID,AMURANG - Minahasa Selatan disambagi oleh tiga orang konsulat kehormatan Republik Latvia di Indonesia, Senin (5/11).
Kedatangan mereka di sambut oleh Bupati Minsel Tetty Paruntu bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Max Kairupan, dan seluruh Kepala Dinas. Pertemuan dilakukan di rumah makan Monic.
Tiga konsulat tersebut adalah Ayub Yunus honorary consulat, Michael Edwin trade and education officer, dan Deni Rahman cultural and tourism officer.
Tiga konsulat tersebut, terlebih dahulu disajikan beberapa materi potensi budaya dan wisata di Minahasa Selatan yang siap dikembangkan, dan menjadi jualan Minsel.
Kedatangan mereka, untuk mengembangkan hubungan bilateral ekonomi antara Latvia dan Indonesia khususnya di Sulawesi Utara."Sebelumnya di daerah Jogja, namun karena waktunya sudah hampir habis, kami akan susun program baru lagi, jadi harus berpindah lagi, dan Sulawesi Utara dipilih untuk tahun 2013 hingga 2015, untuk dikenalkan ke Latvia," ucapnya Ayub, menurutnya, karena pada penyusunan program harus ada mitra.
Ia menambahkan, program baru akan disusun jika sudah ada nota kesepakatan antara konsulat dengan Sulut."Jika semua sudah ada, nantinya seluruh investor Latvia akan diarahkan ke Minsel," jelas dia.
Kemungkinan besar Minsel akan terpilih, karena potensi pariwisata dan bentang alamnya yang cukup mumpuni."Selain itu, saya mau balas budi sama ibu Tetty yang sudah banyak membantu saya, saat sekolah di London," jelasnya.
Selain itu menurutnya, Minsel memiliki wisata alam dan budaya yang bisa dikenalkan, dan sangat menjual."Seperti batu dinding, dan tarian wolay, dan potensi alamnya sangat besar, di bandingkan kota Manado," ucapnya.
Selain Minsel, para konsulat tersebut akan melakukan survey lagi beberapa daerah di Sulut, di antaranyua Bitung, Minahasa, Minut, dan beberapa kota lainnya."Tapi kami sudah beri tanda Minsel," jelasnya, sambil tersenyum.
Deni Rahman yang baru pertama ke Minsel mengatakan, sangat terkesan dengan keramahan masyarakat Minsel."Jalannya juga yang banyak lekukannya, itu sangat menarik, karena jarang jalan seperti itu," ucap dia.
Sementara dua orang konsuilat lainnya, memang tertarik semuanya, karena masih merupakan warga Sulut."Kalau saya suka ikan bakar, karena memang orang tua saya masih orang Minsel," jelas Michael Edwin.
Menanggapi hal tersebut, Tetty Paruntu menyatakan kesiapannya untuk rencana tersebut."Fasilitas yang akan dikembangkan pastinya seperti jalan, hotel, dan tempat pariwisata, dan tahun 2013 akan difokuskan pada pengembangan pariwisata," ucapnya.
Selain itu, masyarakat juga akan dibekali dengan kemampuan berbahasa, yakni bahasa daerah dan bahasa Inggris."Karena komunikasi sangat penting, dan nantinya akan diawali dari Pemkab," jelas dia.