Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Minahasa Selatan

Sembilan Anggota Dewan Minsel Absen

Selalu saja ada kursi anggota dewan yang kosong saat paripurna berlangsung, seperti yang terjadi saat sidang paripurna

Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Andrew_Pattymahu

Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID,AMURANG-  Selalu saja ada kursi anggota dewan yang kosong saat paripurna berlangsung, seperti yang terjadi saat sidang paripurna kesepakatan bersama hasil laporan petanggungjawaban keuangan daerah (LPJ) 2011, di gedung sidang paripuna DPRD Minsel, Jumat (2/11).

Pada sidang yang dipimpin oleh ketua DPRD Boy Tumiwa tersebut, turut dihadiri oleh John Sumual wakil ketua DPRD, dan anggota DPRD, serta dari Eksekutif Tetty Paruntu Bupati Minsel, bersama Wakilnya Sonny Tandayu, sera hampir semua kepala SKPD dan camat tersebut, terhitung ada sembilan orang anggota dewan yang tidak ada, termasuk seorang wakil ketua, namun beruntung sidang tetap quorum.

Selain banyak kursi sanggota DPRD yang kosong, waktu pelaksanaan sidang juga molor dua setengah jam dari waktu yang dijadwalkan pukul 14.00 wita, baru dimulai pada 16.30 wita. Sementara di meja pimpinan sidang, sudah ada wakil bupati Sonny Tandayu yang menunggu sendirian.

"Saya malah sudah ada dari jam 11, karena katanya mulai jam 14.00, tapi kenyataannya seperti ini, yah menyesuaikan saja," jelas Setly Kohdong anggota DPRD.

Selain itu, ada kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Discapilduk) Jimmy Tamon yang ternyata sudah menunggu lama juga."Di undangan jam dua, tapi sampai sekarang belum ada," jelasnya.

Sementara itu, ketua DPRD Boy Tumiwa saat dikonfirmasi usai sidang mengatakan, itu hanya masalah penyesuaian saja."Ya itu ada menyesuaikan waktu saja, dan kami juga sempat ke Tokin tadi, ada acara," ujarnya.

Untuk anggota dewan yang tidak ada tadi, dijelaskannya, bahwa sebagian termasuk wakil satu minta izin."Ada beberapa izin, tapi yang lainnya tidak tahu ke mana, dan memang saya akui itu sering terjadi," jelas dia.

Dalam sidang tersebut diketahui, bahwa silpa tahun 2011 tersebut, yang sebelumnya berjumlah Rp 43 miliar, sisa Rp 27 miliar untuk pembayaran utang tahun 2011."Nah dari Rp 27 miliar ini, tersisa dana segar Rp 2 milar, yang akan dimasukkan dalam Perubahan APBD 2012, karena dana lainnya digunakan untuk pembayaran utang pada 2012," jelas Rommy Pondaag.

Tetty paruntu dalam sambutannya mengatakan, akan lebih memacu lagi peningkatan kinerja, dan mengharapkan pada tahun 2012 ini, PAD bisa lebih meningkat.

Setelah disepakati, kemudian dilakukan pengesahan terhadap hasil paripurna tersebut, dan segera akan dikirim ke Provinsi untuk dilakukan evaluasi, sehingga DPRD bisa masuk pada pembahasan KUA PPAS Perubahan APBD 2012."Tadi juga sudah ada surat masuk dari Eksekutif, untuk pembahasan KUA PPAS," jelas Tumiwa. (Amg)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved