Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Terorisme

Atotoy Kumpulkan 15 Ribu Orang

Jumlahnya tergantung situasi di lapangan.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Arthur Rompis

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kapolda Sulut Brigjen Pol Dicky Atotoy menyatakan, ancaman terorisme itu nyata.

Dari pusat konflik di Poso, kekerasan mulai merembes hingga ke wilayah sekitarnya. Bahkan, titik api mulai terendus di daerah Perigi yang tak jauh dari perbatasan Sulut - Sulteng.

Saat memanasnya kondisi di Poso beberapa waktu lalu, Kapolda menginstruksikan Kapolres setempat untuk menutup perbatasan.

Bila kembali gawat, maka aparat yang telah masuk barak akan kembali disiagakan. "Jumlahnya tergantung situasi di lapangan," sebutnya kepada Tribun Manado, Kamis (1/11/2012) di Mapolda.

Selain adanya aparat yang berjaga, amannya Sulut, juga dikarenakan sifat masyarakat Sulut yang tak mudah disulut.

Meski begitu, kata Kapolda, perlu ada upaya yang terus menerus untuk menyinergikan kinerja aparat dengan sifat masyarakat itu.

Untuk itu, dalam waktu dekat akan dilaksanakan launching penanganan terorisme oleh Polda Sulut dan Relawan Sulut Nyaman (RSN).

Ajang ini akan berlangsung pada 8 November 2012 nanti di Gedung Koni. Akan hadir 15 ribu orang dari berbagai LSM, ormas dan lainnya. "Akan ada launching penanganan terorisme terpadu antara Polisi dan masyarakat," tuturnya.

Kabarnya, acara itu akan dihadiri langsung Kapolri Trimur Pradopo. Lanjut Atotoy, sinergi antara Polda, masyarakat dan pemerintah untuk menanggulangi teroris tercermin dalam upaya di beberapa daerah.

"Contohnya Bitung, disana sudah siskamling 24 jam penuh, melibatkan masyarakat, pemerintah serta aparat," sebutnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved