Minggu, 12 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kriminalitas

Pinjaman Rp 4 Ribu Berbuah Todongan Pisau di Leher Yoa

Ia menodong Mei dari belakang.

Penulis: | Editor:
zoom-inlihat foto Pinjaman Rp 4 Ribu Berbuah Todongan Pisau di Leher Yoa
Ist
Ilustrasi.
Laporan Wartawan Tribun Manado David Manewus

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Demerlivia Sarma (21), mahasiswi sebuah perguruan tinggi ternama di Sulawesi Utara  asal Maluku tentu tak menyangka pinjaman uang Rp 4 ribu bisa membuatnya hampir kehilangan nyawa. Ia bahkan mengaku takut mengingat peristiwa itu ketika melapor ke Polresta Manado Selasa (30/10/2012).

Indri Kerangan (21), salah seorang saksi mahasiswi dari perguruan tinggi yang sama asal Kotamobagu mengatakan peristiwa itu berawal dari Rabu (25/10/2012). Mei, sapaan akrab Demerlivia minta tolong kepada pelaku Yolanda Yukulan (20), pelaku yang merupakan mahasiswi asal Luwuk perguruan tinggi yang juga sama untuk memfotokopi materi. Berhubung Mei berada di 45, ia meminta Yoa sapaan akrab Yolanda yang kebetulan berada di kampus untuk memfotokopi materi itu dengan uang Rp 4 ribu milik Yoa. "Nanti uang itu akan digantikan oleh Mei. Di hari Kamis (26/10/2012) Yolanda tidak masuk kuliah jadi Mei belum bisa mengembalikan uang itu. Setelah kami ada di tempat kos Gracia, Yoa mengirim BBM kepada saya,"kata Indri

Indri kemudian meminta Novriany Yusuf, teman se-kos untuk membacakan BBM karena Novriany yang memberitahu adanya BBM itu. Novriany kemudian berbicara keras. Perkataan itu kemudian didengar oleh Mei. "Mei yang mungkin malu kemudian membalas BBM tersebut dengan menulis Hanya Rp 4 ribu saja harus BBM ke Indri. Kenapa tidak BBM saya. Kita dapat teman rupa .....(menyebut nama binatang),"ujar Indri

Mei dan Yolanda kemudian saling balas BBM. Tapi lama-kelamaan keduanya berdamai. Entah karena apa, tiba-tiba pacarnya Yoa, Ricky Hoa warga Tuminting  memberi BBM kepada Mei yang isinya menyebutkan siapa yang menyebut pacarnya 'nama binatang tersebut' dan lain sebagainya. Mei tidak senang dengan hal itu. "Ia kemudian memanggil Ricky ke tempat kos untuk mengonfirmasi masalah itu. Akan tetapi Ricky tidak mau datang. Beruntunglah datang kakak sepupu dari Yoa,"tutur Indri

Kakak sepupu Yoa ini kebetulan ingin mengecek keadaan Yoa yang katanya masih sakit. Kakak sepupu Yoa juga kurang senang mengetahui kabar ini hanya diberitahu kepada pacarnya Yoa bukan kepada keluarga.  Kedatangan saudara Yoa ini disambut dengan laporan Mei dan kawan- kawan tentang masalah Rp 4 ribu itu. "Ketika sementara bercerita, tiba-tiba Yoa datang masuk kamar dan keluar dengan memegang pisau. Ia menodong Mei dari belakang dan berkata ngana mo bunuh pa kita. Kita bunuh pa ngana dengan nada marah,"kata Indri

Kakak sepupu dan pacar Yoa kemudian mengambil pisau dari Yoa. Tiba-tiba setelah itu Yoa kesurupan. Mei langsung menelepon keluarganya tapi hanya menanyakan di mana mereka. "Mei mungkin takut mengganggu karena itu malam takbiran. Nanti malam Senin (29/10/2012) ia mengatakan kepada saya dan jam tiga saya sudah berada di sini dan langsung melaporkan hal ini agar ia tidak seenaknya berbuat seperti ini,"kata ibunya Mei.

Mei mengaku lega sudah melapor ke polresta Manado ketika ditemui di luar ruang periksa. Kapolresta Manado Kombespol Amran Ampulembang saat dikonfirmasi melalui Kasubag Humas  Polresta Manado membenarkan adanya laporan ini.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved