Kebersihan
60,4 Ton Sampah Minsel tak Bisa Diangkut Tiap Hari
Jumlah warga yang mencapai 60.200 orang.
Penulis: Alpen_Martinus | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG - Tumpukan sampah di Minahasa Selatan (Minsel) khususnya sepanjang wilayah Tumpaan sampai Amurang Barat nampaknya tidak akan pernah hilang dari pandangan mata, terlebih di sepanjang jalan trans sulawesi.
Hal tersebut terjadi karena puluhan ton sampah yang dihasilkan per hari, tidak mampu diangkut oleh petugas kebersihan ke Tempat Pemrosesan Akhir.
"Volume sampah per hari, khususnya di skala prioritas yaitu sepanjang jalan dari Tumpaan hingga Amurang Barat, jika dihitung produksi sampah tiap orang mencapai satu kilo," jelas Hardy Mandey Kasubag TU Kantor Kebersihan Minsel, Rabu (31/10/2012).
Jika dikakulasikan dengan jumlah warga yang mencapai 60.200 orang, maka jumlah sampah yang dihasilkan per hari mencapai 60,2 ton."Itu masih yang disepanjang jalan, belum yang terdapat di dalam lorong," kata dia.
Dijelaskannya, selain itu masih ada sampah dari tempat-tempat umum seperti pasar Tumpaan, Pasar 54 Amurang, terminal Amurang dan Tumpaan, kawasan pertokoan, kantor pemerintah, swasta, rumah sakit, puskesmas dan pabrik yang produksi sampahnya bisa mencapai 20 ribu ton per hari. Jika dikalkulasi keseluruhan produksi sampah per hari bisa mencapai 80,2 ton.
Sementara fasilitas yang dimiliki oleh kantor kebersihan yaitu dua buah dump truk."Satu dump truk tiap hari hanya mampu mengangkut 7,5 ton per hari sebayak tiga kali ret, kami punya dua, sehingga yang mampu di angkat menggunakan truk mencapai 15 ton per hari," jelas dia.
Fasilitas lain yang dimiliki oleh kantor kebersihan yaitu motor pengangkut sampah sebanyak lima buah yang tersebar di beberapa tempat."Untuk kendaraan motor sampah, semuanya itu dikalkulasi tiap hari hanya bisa mengangut sampah 3 ton per hari," ucapnya.
Dari total keseluruhan produksi sampah, hanya 18 ton sampah yang mampu diangkut ke tempat pemrosesan akhir (TPA) per hari."Berarti hanya sekitar 30 persen yang bisa teratasi, atau 60,4 ton yang tidak teratasi," rincinya.
Sehingga sangat wajar, jika tumpukan sampah terus terlihat di sepanjang jalan trans sulawesi di Minsel, tanpa diangkat selama berhari-hari, sehingga sudah berbau, atau bahkan dibongkar oleh pemungut sampah, atau hewan yang mencari makan.
Dengan kondisi seperti itu, nampaknya susah Minsel untuk meraih penghargaan Adi Pura yang diimpikan selama ini."Sedangkan petugas saja masih kurang, sehingga kadang pegawai harus turun angkat sampah juga," ucap dia. Jika ingin, maka sepertinya penambahan fasilitas dan tenaga kebersihanlah yang bisa menjadi satu di antara solusinya.