Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Demonstrasi

Warga Minsel Demo di Kantor Bupati

Aliansi Reformasi Masyarakat Minahasa Selatan (ARMMS) kembali melakukan aksi demo di kantor Bupati, Senin (29/10).

Penulis: Alpen_Martinus | Editor:
zoom-inlihat foto Warga Minsel Demo di Kantor Bupati
TRIBUNMANADO/ALPEN MARTINUS
Puluhan warga Minahasa Selatan (Minsel) yang tergabung dalam Aliansi Reformasi Masyarakat Minahasa Selatan (ARMMS) kembali melakukan aksi demo di kantor Bupati, Senin (29/10).
Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID,AMURANG- Puluhan warga Minahasa Selatan (Minsel) yang tergabung dalam Aliansi Reformasi Masyarakat Minahasa Selatan (ARMMS) kembali melakukan aksi demo di kantor Bupati, Senin (29/10).

Kedatangan rombongan menggunakan beberapa mobil, dan juga sebuah mobil truk, membawa masa yang kebanyakan berasal dari Tompaso Baru.

Tiba di depan kantor bupati, rombongan di adang oleh petugas dari Polda, Polres dan Pol PP yang sudah menunggu kedatangan rombongan. Juga sepanjang depan pagar kantor bupati, sudah diletakkan kawat security barier, sehingga pedemo tidak bisa sembarangan masuk, seperti demo beberapa waktu lalu.

Rombongan yang dipimpin oleh Treny Rungkat, Niko Lonteng, Jakson Rorimpandey, tersebut diterima oleh Asisten I Danny Rindengan dan Alex Slat Kabag Kesbangpol, namun ditolak oleh pedemo dan ingin melakukan orasi di dalam kompleks kantor bupati. "Kami tidak mau diterima oleh Asisten I karena dia bukan orang Minsel," jelas Treny Rungkat.

Pedemo pun melakukan negosiasi dengan Kapolres Minsel AKBP Sumitro, agar diizinkan masuk."Silakan masuk tapi perwakilan saja," jelasnya. Namun permintaan tersebut ditolak oleh pedemo.

"Kami ini warga Minsel, kenapa masuk di rumah kami sendiri, dilarang, kami minta masuk semuanya," jelas pedemo. Permintaan tersebut juga akhirnya dikabulkan. Tapi perdebatan terjadi lagi, pasalnya seluruh kendaraan tidak diperkenankan masuk, namun pedemo meminta agar sebuah mobil pick up mereka yang membawa pengeras suara diperkenankan masuk, namun tak diizinkan oleh Kapolres. Terjadi tawar menawar, akhrinya diizinkan masuk.

Masuknya pedemo ke dalam lokasi kantor bupati memancing perhatian para PNS atau orang yang beraktifitas di Pemkab.

Mereka pun melakukan orasi di samping gedung waleta, secara bergantian oleh koordinator, mereka di antaranya mengungkit masalah ijazah bupati tang dinilai palsu."Kenapa tidak diproses, sampai sekarang," jelas Jekson.

Pedemo juga meminta agar Bupati dan Sekda turun menemui mereka."Kami mau bupati segera turun dari jabatannya, kami berikan waktu 3 kali 24 jam, kalau tidak turun, kami yang akan turunkan," kata dia saat berorasi.

Asisten I dan Kabag Kesbangpol yang mau menerima mereka pun, diminta untuk tidak usah menerima mereka." Tidak usah terima kami, karena Asisten I bukan orang Minsel, kami hanya mau bupati yang menemui kami," ucap Treny Rungkat.

Setelah berorasi beberapa jam, akhirnya mereka dihentikan sementara oleh hujan lebat, dan setelah itu istirahat makan, demo tidak diteruskan, hingga menjelang malam, aksi akhirnya bubar, dan ditutup dengan doa.

Danny Rindengan Asisten I saat dikonfirmasi mengatakan, sebenarnya sangat sakit ditolak oleh pedemo karena bukan warga Minsel."Namun saya tetap berada di situ, sebagai bentuk loyalitas saya kepada atasan, karena saya PNS," jelasnya. Ia menambahkan, seluruh tuntutan warga tersebut, akan disampaikannya kepada Bupati

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved