Rehat
Mau Tahu 10 Kota Kuno Yang Masih Eksis Di Dunia? Ini Dia
Usia kota-kota ini telah mencapai ribuan tahun namun sampai kini kota-kota itu tetap eksis dan berkembang.
Varanasi memiliki budaya yang unik, yang sangat berbeda dengan tempat-tempat lain di sekitarnya. Kebudayaan ini telah melalui perkembangan ribuan tahun yang membuat Varanasi menjadi salah satu pusat kebudayaan utama di India utara. Kebudayaan Varanasi berkembang di sekitar sungai Gangga yang merupakan denyut nadi kota.
Varanasi memiliki jenis musik tersendiri dalam kesenian klasik India. Kota ini telah melahirkan musisi, filsuf, pujangga, penulis terkenal dalam sejarah India. Contohnya adalah Kabir, Munshi Premchand, Jaishankar Prasad, Pandit Ravi Shankar, dan Ustad Bismillah Khan.
Varanasi
memiliki dialek sendiri yang cukup berbeda dengan dialek India
lainnya. Kota ini juga telah menjadi pusat ilmu pengetahuan sejak 700
SM. Universitas-universitas yang ada di Varanasi telah menarik para
pelajar dari seluruh dunia. Varanasi juga dikenal sebagai Pusat
Kebudayaan India.
10.Cholula, Mexico
Kota
Cholula terletak di negara bagian Puebla, yang terkenal dengan 375
gereja dan festival sepanjang tahun. Cholula adalah salah satu kota
terpenting di bawah kekaisaran Aztec, dan piramidanya adalah yang
terbesar di Dunia Baru. Kota ini, dengan penduduk hanya 200.000 orang,
membanggakan dirinya karena mempunyai satu gereja untuk setiap hari
dalam setahun, meskipun sebagian di antaranya sangat kecil dan bahkan
bersifat darurat.
Belum lama ini para
arkeologis telah menemukan piramida pra-Hispanik berusia 1500 tahun di
distrik kelas di Kota Meksiko setelah menggali sebuah pegunungan yang
digunakan setiap tahun untuk menggambarkan proses penyaliban
Yesus.Piramida yang belum diberi nama itu mempunyai dasar ukuran yang
sama seperti Piramida Matahri di area arkeologis yang terkenal di
Teotihuacuan, satu jam perjalanan ke arah timur laut dari ibu kota,
yang dikenal sebagai "Kota Dewa" dan ini merupakan kota kuno paling
besar di Meksiko .
Seorang arkeologis
bernama Jesus Sanchez mengatakan bahwa penemuan terakhir itu didirikan
oleh orang-orang yang sama yang mendirikan Teotihuacuan antara 400-500
SM, dan mempunyai bukti bahwa piramida itu digunakan untuk tujuan
seremonial. "Strukturnya dilindungi karena letaknya dua kaki di bawah
bumi," Sanchez mengatakan pada sebuah stasiun radio.