Perumahan
Matanya Berkaca-kaca, Mimpi Johny Jadi Kenyataan
Mata Johny Lunder (41), warga Tongkaina lingkungan IV Sabtu (20/10/2012) tampak berkaca-kaca.
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID - Mata Johny Lunder (41), warga Tongkaina lingkungan IV Sabtu (20/10/2012) tampak berkaca-kaca. Ia tidak bisa menahan luapan keharuan akan terwujudnya rumah baru baginya dan keluarganya. Ia tampak begitu bahagia karena istri bersama ketiga putrinya bisa memiliki tempat peraduan yang lebih layak. Sebuah rumah beton.
Sudah lama Johny bermimpi. Sejak perkawinannya dua belas tahun yang lalu, tidak pernah berhenti barang sejengkalpun dalam asanya suatu hari kelak ia harus memberi rumah bagi orang yang sangat dikasihinya.
Adanya rumah baru itu sempat diwarnai keraguan. Ketika Ferry Manopo (31), Community Organisation Habitat For Humanity (HFH) mengadakan survei pembangunan rumah bagi warga, Ferry dengan ragu-ragu menawarkan rumahnya. "Saat itu pak Ferry sempat mengatakan rumah saya sudah layak huni. Tapi saya kemudian mengatakan sanggup untuk membayar kredit rumah ini. Akan tetapi, pak Ferry belum memberi tanggapan saat itu,"ujar Johny
Johny tidak berpikir lagi bahwa rumahnya akan dipilih. Maklumlah, ia merasa banyak yang mungkin lebih membutuhkan. Tapi ternyata ia dipanggil kepala lingkungan dan Ferry Manopo sendiri untuk ikut rapat bersama dengan tujuh keluarga lain yang telah dipilih.
Kebahagiaan Johny kemudian tak terlukiskan lagi. Sang istri yang juga banting tulang di Jakarta sebagai pembantu rumah tangga, telah disediakan hadiah kejutan ketika ia kembali bulan Desember nanti. Ketiga anaknya yang perempuan Injili Lunder (12), Atika Lunder dan Melinda Lunder (6) kini juga lebih aman tinggal di rumah. "Saya bisa mendapat Rp 1,6 juta per bulan. Jadi saya yakin bisa melunasi kredit rumah Rp 10 juta ini. Saya menjadi lebih semangat kerja untuk melunasi rumah pemberian ini,"kata Johny
Johny sadar program pembangunan rumah layak huni untuk keluarga kurang mampu ini merupakan program pemberian cuma-cuma. Tapi sebuah program untuk menolong diri sendiri. Ia sudah juga diberi pengertian Ferry Manopo saat pemaparan program ini. "Akan tetapi itu tidak menjadi masalah dengan saya. Saya akan berusaha menyelesaikan kewajiban saya,"ujar Johny.