Selasa, 9 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Perumahan

Direktur Politeknik Manado Rangkai Kerangka, Mahasiswa Bantu Aduk Semen

Setelah batako cukup terkumpul, beberapa mahasiswa tampak membantu.

Tayang:
Penulis: | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado David Manewus

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Program HFH Sabtu (20/10) itu bekerja sama dengan Politeknik Negeri Manado jurusan Teknik Sipil. Kegiatan ini merupakan kegiatan pembangunan bersama dalam rangka 28UILD (baca: To Build) serentak di beberapa kota di Indonesia.

Ketika sampai di tempat tujuan, semua peserta dibagi tugas. Hampir semua mahasiswa mengangkat batako dari Jalan Raya Tongkaina. Mereka secara estafet membawa batako sampai di depan rumahnya Johny.

Sementara itu, pada dosen lebih banyak berada di dekat besi. Mereka merangkai rangka tiang  rumah dari besi-besi itu. Setelah batako cukup terkumpul, beberapa mahasiswa tampak membantu mencampur semen dan pasir untuk membuat fondasi. Campuran semen itu kemudian di bawah ke samping kanan rumah lama yang telah terpotong dua. Kadang-kadang para dosen membantu mereka untuk mencampur semen. Beberapa tukang yang merupakan keluarga Johny tampak membantu di sekitar fondasi.

Direktur Politeknik, Ir Jemmy Jules Rangan, MT datang kemudian dan tanpa diminta ia membantu membuat rangkaian besi tapi di sebelah kiri para dosen. Ia tampak sangat tertarik dengan kegiatan yang dilakukan dosen dan mahasiswanya. Ia bertahan cukup lama dalam pekerjaaan itu.

Agustinus Dhany (32), Manager HFH Manado mengatakan membangun tempat tinggal yang layak bagi masyarakat merupakan visi dan misi dari HFH. Mereka lebih dahulu mencari informasi tentang adanya rumah yang tidak layak huni. Biasanya informasi yang mereka dapatkan itu berasal dari Dinas Sosial (Dinsos). "Setelah mendapat informasi kami melaksanakan survey melalui CO Ferry. Setelah itu kami membangun rumah untuk membantu masyarakat dan   membuat mereka hidup layak,"ujar Agustinus

Agustinus mengatakan ini merupakan salah satu program dari HFH. Sekarang HFH sementara  melaksanakan  proyek 106 rumah bagi eks pengungsi Ternate. Mereka juga akan mengembangkan proyek air bersih kemudian.

Ferry Manopo mengatakan  program ini merupakan program reguler HFH. Mereka juga mengadakan program Disaster jika ada bencana alam. "Sistemnya menggunakan dana bergulir. Seakan-akan pemilik rumah memakai Rp 10 juta rupiah. Mereka akan mengembalikan uang itu sebanyak Rp 258 ribu per bulan selama empat tahun. Ini akan membuat mereka menyadari bahwa mereka yang membangun rumah itu. Merekalah yang membantu diri mereka sendiri,"kata Ferry

HFH menurutnya mendapat dana dari luar negeri. Kantor pusatnya ada di Amerika. Mereka juga sering mendapat bantuan tenaga dari luar negeri. "Tempo hari ada yang datang dari Australia. Mereka seperti mahasiswa KKN yang dinilai dalam pengerjaaan pembangunan. Bersama dengan mereka ada para dosen. Semua biaya ditanggung oleh mereka. Tapi sekarang kami juga menekankan donatur daerah yang punya kepedulian,"ujar Ferry

Ferrry kemudian menekankan bahwa survey memang dilakukan terlebih dahulu untuk memilih tempat yang akan dijadikan objek pembangunan. Setelah diterima, pembangunan sudah bisa dimulai. "Banyak yang membantu kami. Bappeda propinsi melalui Noldy Tuerah sudah pernah membantu pengerjaan bangunan. Bangunan kami kualitasnya bisa diadu dengan perum,"tutur Ferry

Direktur Politeknik, Ir Jemmy Jules Rangan, MT yang juga bekerja bersama  beberapa dosen dan mahasiswa mengucapkan terima kasih atas kerja sama dengan HFH. Menurutnya, ini sesuai dengan Tri Darma perguruan tinggi. "Ini merupakan pengabdian kepada masyarakat. Saya berharap kerja sama ini dapat ditingkatkan karena melatih ketrampilan mahasiswa juga,"kata Rangan  yang nampak menikmati kerja itu.

Ir. Dirk Ombuh, MT, dosen jurusan teknik sipil politeknik Manado mengaku senang dengan kegiatan ini. Menurutnya,ini merupakan sarana praktek langsung mahasiswa. Apalagi yang datang merupakan mahasiwa KKN jurusan teknik sipil. "Mereka bisa langsung berpraktek. Saya senang mereka sangat enjoy untuk menikmati pekerjaaan. Saya juga mendapat kepuasan karena sudah lama tidak bekerja seperti ini,"ujar Dirk

Benyamin Loho, Kepala Lingkungan IV Kelurahan Tongkaina mengharapkan masyarakat bisa menyelesaikan kewajiban pembayaran dengan baik. Menurutnya, bantuan yang diberikan jangan disia-siakan. "Saya saja mau tapi belum diiyakan HFH. Saya mendahulukan mereka yang membutuhkan. Bahkan keluarga saya yang mampu saya tidak berikan,"kata Benyamin.

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved