DPRD
Eko Nilai Perjalanan Anggota Dewan Buang-buang Duit
HMI Cabang Bolmong mendesak kepada pihak kejaksaan dan kepolisian untuk mengusut.
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLMONG - Organisasi ekstra kampus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bolaang Mongondow (Bolmong) Raya kembali kritisi perjalanan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bolmong ke luar daerah.
Ketua HMI Bolmong Raya Eko Satrio Paputungan mengatakan legislator Bolmong tidak pernah bosan dengan kebiasaan jalan-jalan ke luar daerah dengan modus studi banding dan bimbingan teknis. Padahal, kegiatan tersebut tidak efektif dan efisien bagi pembangunan di Bolmong.
"HMI Cabang Bolmong mendesak kepada pihak kejaksaan dan kepolisian untuk mengusut perjalanan tersebut. Karena hal ini sangat merugikan rakyat Bolmong, apalagi selama studi banding yang dilakukan belum ada satupun yang DPRD perbuat bagi rakyat Bolmong," kata Eko, Selasa (23/10/2012).
Sementara Ketua Bidang Pasrtisipasi Pembangunan Daerah HMI Bolmong Raya Yadi Mokoagow mengatakan, para anggota dewan seharusnya sibuk membereskan masalah-masalah yang timbul di daerah. Dia mencontohkan tawuran antar kampung yang kerap terjadi di beberapa daerah.
"Fokuslah menyelesaikan penyelesaian masalah tersebut, tidak hanya sibuk jalan-jalan ke luar daerah," kata Yadi
Kritikan HMI tersebut dijawab anggota Komisi III DPRD Bolmong Darsudi Gali. Dia mengatakan komisi III melakukan agenda studi banding (stuban) di Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Komisi III mempelajari pengelolaan balapan atau karapan sapi di daerah tersebut.
"Komisi III melakukan kunjungan ke Kabupaten Bangkalan terkait dengan bagaimana sehingga karapan sapi disana mampu meraup keuntungan PAD yang besar," kata Darsudi.
Berdasar hasil tinjauan Komisi III, pengelolaan karapan sapi di daerah tersebut tak lepas dari koordinasi dan kerjasama instansi terkait seperti Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Pemuda dan Olah Raga hingga Dinas Pariwisata. "Jadi pengelolaannya bekerjasama dengan tiga instansi terkait. Nah, kenapa tidak hal ini akan kita terapkan di Bolmong, apalagi keuntungannya bisa menambah PAD dan bisa menarik wisatawan," kata Darsudi.
Menurutnya, pengelolaan tersebut bisa dicontoh di Bolmong. Diketahui, lomba karapan sapi juga terdapat di Desa Ikhwan, Kecamatan Dumoga Utara. Namun saat ini, karapan sapi tersebut jarang dilaksanakan.