Minggu, 14 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tapal Batas

Onibala Sebut Telly Tak Tahu Sejarah

Pemprov Sulut berkunjung ke Boltim untuk membahas tapal Batas Boltim dan Minahasa Tenggara (Mitra), pada Senin (22/10).

Tayang:
Penulis: Aldi Ponge | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Aldi Ponge

TRIBUNMANADO.CO.ID,BOLTIM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) berkunjung ke Bolaang Mongondow Timur (Boltim) untuk membahas tapal Batas Boltim dan Minahasa Tenggara (Mitra), pada Senin (22/10).

Pertemuan yang dilaksanakan di desa Kotabuan kecamatan Kotabunan dihadiri oleh Asisten I Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara, Mecky Onibala bersama Tim tapal batas sedangkan dari pemerintah kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Timur) dihadiri langsung oleh Bupati Boltim Sehan Landjar bersama para asisten di Pemkab Boltim.

"Ini sehubungan tindak lanjut daerah perbatasan.Sebelumnya kami telah menemui bupati Mitra. Ibu Bupati menyerahkan kepada Gubernur dan apapun keputusan itu yang akan dipatuhi," kata Onibala.

Onibala mengatakan satu atau dua hari setelah pertemuan tersebut akan ada keputusan dari Gubernur mengenai kasus tersebut. Hal itu diputuskan setelah gubernur kembali menerima surat dari dua kepala daerah tersebut tentang penyerahan keputusan terhadap Gubernur. Sehingga dirinya dimintakan oleh gubernur untuk menemui kedua kepada daerah tersebut.

Menariknya dalam rapat tersebut Onibala dalam menanggapi pernyataan salah satu asisten pemkab Boltim mengatakan Bupati Mitra Telly Tjanggulung tidak mengetahui sejarah. "Telly tidak mengerti sejarah bagaimana dia tahu, dia dari Siau (Talaud)," ujar Onibala di sambut tawa semua yang hadir.

Bupati Boltim Sehan Landjar dala pertemuan tersebut mengatakan pada dasarnya sangat memahami sulitnya dalam mengambil keputusan tersebut. Namun dia mengharapkan pemprov dalam mengambil keputusan menperhatikan 3 hal yakni mematuhi peraturan perundang-undangan, aspirasi masyarakat kedua bela pihak dan kajian tim Bakorsultanal.

"Pantai, Teluk Sungai kenapa namanya buyat kalau milik Ratatotok. Nama adalah bagian dari sejarah yang perlu dikaji," ujar Sehan.

Namun Sehan mengaku tak ingin mempertahankan egonya sehingga dirinya memberikan solusi terhadap pemprov Sulut agar secepatnya memberikan keputusan menganai permasalahan tersebut.

"Saya bersedia tentukan garis mundur jadi 50, 40 hingga 30 persen. Tapi kalau Mitra masih mempertahakan sungai maka itu problem dan menyatakan perang," ujar Sehan dengan nada tegas.

Sehingga dirinya meminta pemkab Mitra untuk menerima solusi yang dia ajukan bukan mau menang sendiri. "Kita ambil keputusan politik saja," katanya.

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
VS
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
VS
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved